Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Ciliwung Digelar Lagi, Jadi Ajang Kampanye Pelestarian Sungai

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Festival Ciliwung Digelar Lagi, Jadi Ajang Kampanye Pelestarian Sungai Doc: ANTARA
Ket. Warga menyusuri Sungai Ciliwung menggunakan perahu karet saat Festival Ciliwung ke-7 di Condet, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

JAKARTA - Festival Ciliwung ke-7 bertajuk 'Dari Budaya Kita Selamatkan Alam' digelar di Padepokan Ciliwung Condet, Balekambang, Kramat Jati, Sabtu (25/7).

Festival ini menjadi wadah gerakan budaya dan lingkungan untuk menghidupkan kembali Sungai Ciliwung sebagai nadi kehidupan sekaligus warisan peradaban bagi generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengapresiasi konsistensi para pegiat lingkungan, khususnya komunitas Padepokan Ciliwung yang dipimpin Ahmad Maulana atau Bang Lantur dalam menjaga kelestarian Sungai Ciliwung.

Saat ini, kata Munjirin, semakin sedikit orang yang bersedia mengabdikan diri guna merawat lingkungan. Sehingga berbagai upaya yang dilakukan pegiat lingkungan perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.

"Saya mengapresiasi dan sangat mendukung apa yang telah dikerjakan Bang Lantur. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang tergugah untuk bersama-sama menggerakkan pelestarian lingkungan, khususnya di sepanjang Kali Ciliwung," ujar Munjirin.

Ia menuturkan, Sungai Ciliwung yang dahulu identik sebagai tempat pembuangan sampah kini mulai berbenah berkat peran aktif komunitas dan pegiat lingkungan yang terus mengedukasi masyarakat.

Di sisi lain, Munjirin juga mengingatkan warga mendukung kebijakan pengelolaan sampah dari sumbernya melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Sampah.

Ia menjelaskan, mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang hanya akan menerima sampah residu. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengelola sampah sejak dari rumah dengan memilahnya sesuai jenis.

"Sampah organik bisa diolah melalui biopori, komposter, atau maggot. Sampah anorganik disetor ke bank sampah, sedangkan sampah B3 juga dapat disalurkan melalui bank sampah untuk diteruskan ke pengelola yang berwenang," jelasnya.

Menurut Munjirin, jika seluruh warga menerapkan pemilahan sampah dengan baik, Sungai Ciliwung akan menjadi ruang publik yang bersih, asri, dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.

Ia berharap, Festival Ciliwung terus berkembang setiap tahun sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga budaya Betawi di kawasan Condet dan sekitarnya.

"Semoga festival ini semakin berkembang, semakin ramai, dan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga lingkungan di sepanjang Kali Ciliwung," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Kebakaran Rumah di Kebayora...
Daerah
Tarif Retribusi Turun! Peda...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.