Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Revolusi Pasar Tradisional! Gernas Mapan Diluncurkan untuk Akhiri Citra Becek dan Bau

📅 Jumat, 05 Des 2025, 20:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Revolusi Pasar Tradisional! Gernas Mapan Diluncurkan untuk Akhiri Citra Becek dan Bau Doc: ANTARA/ Aris Wasita
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan bantuan sarana dan prasarana secara simbolis kepada pedagang, di Pasar Jebres Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/12/2025).

SOLO – Pasar tradisional yang bersih, tidak becek, dan bebas bau merupakan investasi penting untuk menjaga daya saing sektor retail rakyat di tengah gempuran modern retail.

Kondisi pasar yang higienis tidak hanya meningkatkan kenyamanan pembeli, tetapi juga memperpanjang umur simpan komoditas segar dan mengurangi potensi kerugian pedagang.

Infrastruktur drainase yang baik, manajemen sampah yang tertata, serta standar kebersihan yang konsisten akan memperbaiki persepsi publik sehingga pasar tradisional tetap menjadi pusat ekonomi lokal yang hidup.

Dengan ekosistem yang lebih tertib dan higienis, pasar tradisional dapat menarik konsumen lintas segmen, memperkuat pendapatan pedagang kecil, dan menjadi simpul distribusi pangan yang efisien sekaligus berkelanjutan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mencanangkan Sekolah Pasar Rakyat Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan), di Pasar Jebres Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/12).

“Lewat Gernas Mapan ini kami ingin pasar-pasar tradisional harus bersih, tidak becek, tidak bau. Indikatornya gampang, kalau pasarnya bersih biasanya banyak jajanan, kuliner, karena nongkrong di pasar tradisional enak, tapi kalau nggak bersih nggak ada yang mau,” katanya pula.

Oleh karena itu, pihaknya bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup memberikan edukasi kepada para pedagang bagaimana memilah sampah dengan baik.

“Pemerintah daerah dan Kementerian Lingkungan Hidup sudah menyiapkan sarana dan prasarana. Jadi tinggal kita menyerahkan ke petugas yang nanti sampahnya akan diproses sampai selesai,” katanya lagi.

Dalam hal ini, pihaknya juga memberikan edukasi kepada para pedagang agar lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu, pada program Gernas Mapan ini juga diajari bagaimana jualan secara online.

“Mungkin kan sekarang orang sibuk tidak bisa pergi ke pasar. Kami ajarin cara jual online seperti apa, selain itu orang ke pasar sudah jarang pakai cash, jadi kami ajari pembayaran cashless melalui QRIS. Kita kerja sama dengan perbankan agar mengedukasi ibu-ibu agar memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pembeli,” katanya.

Melalui program tersebut, ia berharap agar pasar tradisional makin ramai dan tetap bisa melayani pembelian secara online.

“Kesannya kan pasar tradisional tidak bisa online, tapi sekarang pedagang sudah pintar-pintar. Kami juga kerja sama dengan perbankan, ada pelatihan secara online dan kami kerja sama dengan platform e-commerce,” kata dia pula.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hanifah Dwi Nirwana mengapresiasi upaya Kementerian Perdagangan dalam upaya pengolahan sampah pasar tradisional.

“Pasar tradisional adalah jantung ekonomi, namun salah satu penyumbang sampah organik adalah di pasar. Sampah organik sampai saat ini masih harus diproses akhir di TPA (tempat pembuangan akhir), harapannya sampah pasar bisa diselesaikan di pasar sehingga tidak membebani TPA, TPA sudah sangat overload,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Presiden Prabowo Tinjau Pel...
Luar Negeri
Sejumlah Warga Terluka dala...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.