Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lembaga Pemantau Ungkap Korban Ranjau Darat Meningkat

📅 Selasa, 02 Des 2025, 02:30 WIB | Oleh:
Lembaga Pemantau Ungkap Korban Ranjau Darat Meningkat Doc: AFP/Lillian SUWANRUMPHA
Ket. Anggota tim penjinak ranjau Thailand sedang berupaya membersihkan ranjau darat di wilayah perbatasan pada akhir Agustus lalu. Lembaga Landmine Monitor melaporkan bahwa penggunaan ranjau darat baru di wilayah konflik menyebabkan jumlah korban melonjak pada tahun 2024.

JENEWA - Penggunaan ranjau darat baru di Myanmar, Ukraina, dan konflik lainnya, ditambah dengan pemotongan dana untuk pembersihan ranjau, menyebabkan jumlah korban melonjak pada tahun 2024, kata sebuah lembaga pemantau pada Senin (1/12), seraya memperingatkan bahwa larangan internasional tersebut menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut Landmine Monitor, 6.279 orang terluka atau terbunuh oleh ranjau darat dan sisa-sisa bahan peledak perang (ERW) di 52 negara dan wilayah tahun lalu.

“Warga sipil dengan hampir setengahnya anak-anak, menyumbang 90 persen dari korban global,” kata Landmine Monitor.

Jumlah korban keseluruhan, yang mencakup 1.945 orang tewas, hampir 500 lebih banyak dari tahun sebelumnya dan menandai angka tahunan tertinggi sejak 2020.

Laporan tersebut mengungkapkan kenyataan pahit yaitu warga sipil menanggung akibatnya, karena upaya pembersihan wilayah ranjau menghadapi berkurangnya dukungan donor global untuk kegiatan kemanusiaan penting, Kampanye Internasional untuk Melarang Ranjau Darat (ICBL) memperingatkan dalam sebuah pernyataan.

Organisasi tersebut juga mengecam tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap larangan internasional lama terhadap ranjau darat setelah lima negara NATO mengumumkan pada Maret bahwa mereka akan keluar dari perjanjian tersebut di tengah kekhawatiran atas agresi Russia.

Peningkatan jumlah korban tahun lalu sebagian besar disebabkan oleh ranjau yang digunakan di negara-negara yang dilanda konflik di luar larangan perjanjian seperti Myanmar, Suriah dan Rusia, dan oleh pihak perjanjian Ukraina, kata laporan Senin.

Ditemukan pula bahwa Russia telah menggunakan ranjau antipersonel secara luas di Ukraina sejak Februari 2022. Sementara itu ada peningkatan indikasi penggunaan ranjau antipersonel oleh Ukraina, kata laporan itu, namun menambahkan bahwa skala penggunaan ini tidak jelas.

Di tingkat global, Landmine Monitor pun mencatat bahwa total area yang dibersihkan dari ranjau telah menurun pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dan penurunan ini mencerminkan berkurangnya pendanaan donor dan meningkatnya ketidakamanan di wilayah yang terkena dampak. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Sekolah membutuhkan perbaikan di Kerinci

21 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Sekolah membutuhkan perbaik...

Italia Mendidih, 3 Orang Tewas Tersengat Panas

23 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Italia Mendidih, 3 Orang Te...
Ekonomi
Proyeksi produksi jagung na...

Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Drone Turun Tangan

27 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Bromo Meluas hing...
Megapolitan
Bendera Merah Putih sepanja...
Nasional
Persiapan jelang 9th GCMC I...

Pemasangan geomembran di TPST Bantargebang

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pemasangan geomembran di TP...

Pasokan air irigasi Bendungan Leuwikeris

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pasokan air irigasi Bendung...

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.