Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Optimisme atau Tantangan Baru? BPS Prediksi Produksi Jagung Terus Naik di 2025

📅 Senin, 01 Des 2025, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Optimisme atau Tantangan Baru? BPS Prediksi Produksi Jagung Terus Naik di 2025 Doc: ANTARA/ HO-Humas Bapanas
Ket. Dokumentasi - Petani memanen jagung.

JAKARTA – Peningkatan produktivitas jagung menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku pakan.

Di tengah permintaan yang terus tumbuh dari industri peternakan dan pangan olahan, produktivitas yang lebih tinggi memungkinkan efisiensi biaya produksi serta stabilitas harga di tingkat konsumen.

Selain itu, peningkatan hasil panen melalui benih unggul, mekanisasi, dan pengelolaan lahan yang lebih baik dapat mendorong pendapatan petani dan memperluas peluang investasi agribisnis.

Dengan demikian, produktivitas jagung yang meningkat bukan hanya soal swasembada, tetapi juga fondasi bagi pertumbuhan ekonomi pedesaan dan keberlanjutan rantai pasok nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan jumlah produksi dan luas panen jagung secara nasional pada 2025 mengalami peningkatan masing-masing 9 persen dan 8,95 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya (YoY).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta, Senin (1/12), menyampaikan berdasarkan hasil pengamatan survei Kerangka Sampel Area (KSA) pada Oktober 2025, pihaknya memprediksi bahwa luas panen jagung pada November tahun ini sampai Januari 2026 mencapai 0,62 juta hektare, naik 0,11 juta hektare atau 20,91 persen secara tahunan.

Menurut dia, dengan demikian dari hasil pengamatan terbaru itu, potensi luas panen jagung sepanjang tahun 2025 diperkirakan mencapai 2,78 juta hektare, naik 0,23 juta hektare atau 8,95 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Potensi luas panen ini sudah termasuk tanaman jagung yang akan dipanen bukan untuk dipipil, misalnya yang dipanen muda atau yang dipanen untuk hijauan pakan," kata dia.

Lebih lanjut, sejalan dengan gambaran luas panen, produksi jagung secara nasional sepanjang 2025, menurutnya, diperkirakan mencapai 16,5 juta ton, naik 1,36 juta ton atau 9 persen dibandingkan dengan Januari hingga Desember 2024.

"Angka potensi masih dapat berubah tergantung pada kondisi tanaman jagung sepanjang September hingga November tahun ini, seperti karena adanya serangan hama atau organisme pengganggu tanaman, kemudian banjir, kekeringan, waktu pelaksanaan panen oleh petani dan lain sebagainya," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan produksi beras dan jagung nasional berada pada kondisi aman sehingga Indonesia tidak memerlukan kebijakan impor karena ketersediaan pangan mencukupi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun.

Dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (24/11), Amran menuturkan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah serta dukungan kuat dari berbagai pemangku kepentingan terkait sektor pertanian.

Keyakinan serupa disampaikan Food and Agriculture Organization (FAO) yang memprediksi produksi beras nasional dapat menembus 35,6 juta ton pada 2025, menunjukkan swasembada semakin kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, untuk komoditas jagung, produksi pipilan kering berkadar air 14 persen diperkirakan mencapai 16,55 juta ton atau meningkat 9,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya sehingga kebutuhan pakan terpenuhi tanpa impor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Masih Ditelusuri Jumlah Pas...
Olahraga
Akhirnya Randal Kolo Muani ...
Nasional
Sistem Pilkada Perlu Direfo...
Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Ikut ...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.