Nestle Indonesia Resmikan Model Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Lenteng Agung
📅 Jumat, 28 Nov 2025, 21:45 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
JAKARTA – Nestlé Indonesia bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan WWF Indonesia berkolaborasi membangun fasilitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Sinergi Bersih di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Fasilitas dengan total area seluas 1.571 meter persegi ini dirancang sebagai model pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Pembangunan TPS3R Sinergi Bersih bertujuan untuk mengoptimalisasi tempat penampungan serta mendorong pengelolaan sampah dari warga sekitar yang diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah sebesar 80% yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Saat ini, pengolahan sampah di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah Indonesia pada tahun 2023 mencapai 56,63 juta ton, namun baru 39,01% (22,09 juta ton) yang berhasil dikelola secara layak. Sebagian besar sampah masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) terbuka (open dumping) yang mencemari lingkungan dan tidak memenuhi standar pengelolaan modern.
Menjawab tantangan tersebut, Nestlé melalui pilar ‘Good for the Planet’ berkomitmen untuk berkontribusi dalam mengatasi isu prioritas, termasuk polusi plastik dan pengelolaan sampah. Strategi ini menjadi bagian penting dari upaya pertumbuhan berkelanjutan Nestlé, sekaligus memastikan perusahaan dapat terus melayani generasi konsumen di masa depan tanpa menghabiskan sumber daya alam.
Sebagai perusahaan ‘Good Food, Good Life’, Nestlé telah hadir sejak 1971 di Indonesia. Bertujuan menggunakan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, saat ini dan untuk generasi mendatang, Nestlé menerapkan ‘Creating Shared Value’ sebagai panduan dalam berbisnis, di mana kehadiran Nestlé mampu menciptakan manfaat bersama bagi setiap pihak, termasuk masyarakat dan planet.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Georgios Badaro mengatakan, pihaknya menyadari bahwa untuk mengatasi isu sampah yang ada di Indonesia diperlukan kolaborasi antar lintas pemangku kepentingan. Mengusung filosofi ‘Force for Good’, Nestlé Indonesia menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan WWF Indonesia untuk membangun fasilitas TPS3R Sinergi Bersih yang berada di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Kolaborasi ini kami harapkan turut mendukung program Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2029, dengan target pengurangan sampah 30% serta penanganan sampah 70% pada 2025,” ujar dia di Lokasi tersebut pada hari Kamis (28/11).
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Diaz Hendropriyono menyampaikan inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2029. Dengan adanya TPS3R yang dijalankan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Nestlé Indonesia, WWF Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Waste4Change merupakan contoh baik dari
Sebaiknya Anda baca juga:
kolaborasi antar lintas pemangku kepentingan dan sangat membantu sekali untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia.
“Kami berharap inisiatif seperti ini dapat diperluas ke wilayah lain dalam provinsi, sehingga Jakarta dapat semakin dekat menjadi kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.”
Sementara itu Direktur Kemitraan WWF-Indonesia Rusyda Deli menambahkan, pihaknya melalui program Plastic Smart Cities telah mendukung pembangunan TPS3R Sinergi Bersih dengan investasi. Hal ini mencakup perencanaan, pembangunan sarana prasarana dan penyediaan hanggar pengolahan sampah sebagai bagian dari kolaborasi multi-pihak. Investasi ini merupakan salah satu upaya konkrit untuk menunjukkan bagaimana solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat bekerja secara nyata di tingkat kota.
“Melalui TPS3R Sinergi Bersih ini, diharapkan terjadi pengurangan signifikan untuk timbulan sampah yang masuk ke TPA serta menjadi titik temu kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, komunitas lokal yang membuktikan bahwa pendekatan lintas sektor dapat mempercepat pengurangan sampah terutama sampah plastik yang bocor ke lingkungan,” ujarnya.
WWF-Indonesia melalui inisiatif Plastic Smart Cities berkolaborasi dengan beragam pemangku kepentingan untuk mencari solusi permasalahan ini dengan mendorong kota-kota untuk menerapkan pengurangan plastik sekali pakai, meningkatkan daur ulang, serta KLH-BPLH Tegaskan Arah Baru Menuju Indonesia Bebas Sampah 2029 dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2025 Implementasi Permenhut P.75/2019, KLHK Apresiasi Produsen Dalam Pelaksanaan Peta Jalan Pengurangan Sampah mencegah kebocoran plastik ke lingkungan.
“Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam mendukung ekonomi sirkular dan menekan kebocoran sampah ke lingkungan. Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen WWF-Indonesia dalam mengatasi polusi plastik dan memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Indonesia,” paparnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!