Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hari Guru: Pormadi Simbolon Ajak Mendidik dengan Iman dan Cinta

📅 Senin, 24 Nov 2025, 11:46 WIB | Oleh: Tim Penulis

Agar pendidikan kembali pada roh utamanya, saya mengusulkan tiga perubahan strategis yang dapat diterapkan sekolah dan guru.

Pertama, menata ulang makna keberhasilan. Keberhasilan tidak boleh disempitkan menjadi urusan piala, ranking, atau sertifikat. Keberhasilan harus dipahami sebagai proses berkelanjutan: ketekunan, kemajuan, kemampuan refleksi, dan pembiasaan diri.

Penilaian formatif, rubrik perkembangan, serta umpan balik personal dapat mendorong murid melihat bahwa mereka sedang berlomba dengan dirinya sendiri—bukan dengan orang lain. Prinsipnya, hari ini diubah dari menjadi lebih baik dari kemarin, bukan lagi mengalahkan teman hari ini.

Kedua, membentuk kompetisi yang sehat dan bermakna. Kompetisi tetap diperlukan untuk melatih daya juang, namun semangatnya harus tepat. Kompetisi yang sehat menekankan pembelajaran, bukan dominasi.

Setelah lomba, guru perlu memfasilitasi refleksi: "Apa yang kupelajari?" bukan "Siapa yang kukalahkan?" Dengan begitu kompetisi memperkuat karakter, bukan menciptakan luka sosial yang tidak perlu.

Ketiga, memperkuat pembelajaran kolaboratif. Proyek-proyek kolaboratif --aksi lingkungan hidup, kampanye literasi, majalah sekolah, proyek kewargaan, hingga karya sains terapan-- menanamkan keyakinan bahwa keberhasilan adalah hasil kerja bersama. Murid belajar bahwa menjadi hebat berarti memberi manfaat, bukan menonjolkan diri.

Dalam kolaborasi, anak belajar mendengarkan, bernegosiasi, dan menyelesaikan masalah. Inilah bekal penting untuk hidup di era masyarakat yang saling terhubung.

Teladan guru

Perubahan orientasi pendidikan tidak mungkin berjalan, tanpa keteladanan guru. Guru yang menghargai usaha, tidak membandingkan murid, terbuka pada perbedaan, dan mampu bekerja sama dengan rekan sejawat, sedang menanamkan nilai moral yang lebih kuat daripada teori apa pun. Guru tidak hanya mengajar pengetahuan, melainkan memupuk karakter.

Dalam atmosfer kelas yang demikian, peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, sekaligus rendah hati; berprestasi sekaligus peduli; kompeten sekaligus berempati.

Pendidikan yang memerdekakan bukanlah pendidikan yang menghilangkan kompetisi sepenuhnya, tetapi pendidikan yang menempatkan kompetisi pada posisi yang tepat. Murid tetap dapat berprestasi, tetapi mereka tidak mendasarkan harga dirinya pada pameran pencapaian. Mereka belajar menemukan makna, bukan sekadar mahkota kemenangan.

Sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk mengarahkan budaya pendidikan dari obsesi tampil hebat menuju kesediaan memberi kontribusi.

Ketika fokus berpindah dari kompetisi menuju kontribusi, murid tidak lagi terjebak dalam budaya perbandingan. Mereka tumbuh sebagai insan yang siap bekerja sama, peduli pada sesama, dan memiliki motivasi intrinsik untuk melakukan kebaikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Daerah
Ornamen Bendera Merah Putih...
Nasional
Warga Hadapi Paparan Debu A...
Ekonomi
BTN dan BRIN Bangun Kolabor...
Megapolitan
 Heboh, Gedung Bapenda DKI ...
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.