Berkenalan dengan 'Haenyeo', Tradisi Jeju yang Kini di Ujung Tanduk
📅 Senin, 24 Nov 2025, 16:55 WIB | Oleh: OpikGubernur Jeju Oh Young-hun mengakui, meski populasi haenyeo terus menipis, pelestarian budaya tentang tradisi penyelam wanita ini terus hidup dan menjadi salah satu atraksi wisata unggulan Jeju.
Ia menyebut sejak booming drama Korea berlatar belakang Pulau Jeju, seperti When Life Gives You Tangerine atau Our Blues, jumlah wisatawan ke pulau itu terus meningkat, bahkan mendekati angka sebelum pandemi COVID-19 dan diproyeksi terus meningkat.
"Tahun lalu total ada sekitar 2 juta wisatawan berkunjung ke Jeju, angka ini mendekati total kunjungan pada 2019 yang mencapai 3 juta wisatawan," katanya.
Gubernur Oh menilai, selain didukung oleh promosi lewat film dan serial drama, Jeju sudah memiliki modal warisan alam dan budaya yang sudah diakui dunia. Tradisi haenyeo pun telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 2016.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk terus mendukung pelestarian budaya haenyeo, sejumlah tur budaya, jelajah desa tradisional, kelas masak makanan laut juga penyelaman langsung bisa jadi pilihan atraksi bagi para pelancong.
Pemerintah setempat juga telah membangun Museum Haenyeo yang menawarkan wawasan mendalam tentang kehidupan dan sejarah para penyelam wanita ini.
Meski berada di ujung tanduk, budaya haenyeo tetap hidup dan semakin mendunia. Korea Selatan menunjukkan bagaimana upaya serius, berkelanjutan, dan terstruktur dapat menjaga warisan budaya tetap relevan di era modern.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendekatan ini menjadi contoh berharga bagi banyak negara, termasuk Indonesia, bahwa pelestarian tradisi bukan hanya tentang menjaga masa lalu, tetapi juga tentang menghadirkan identitas budaya ke panggung global. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!