Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berkenalan dengan 'Haenyeo', Tradisi Jeju yang Kini di Ujung Tanduk

📅 Senin, 24 Nov 2025, 16:55 WIB | Oleh:

Untuk menyelam, para haenyeo mengenakan pakaian selam khusus berbahan karet, lengkap dengan fin (kaki katak). Selain itu, mereka juga perlu mengenakan kacamata selam bulat besar untuk menutupi bagian wajah, serta tewak.

Tewak adalah pelampung bundar besar yang berfungsi sebagai penanda posisi haenyeo di laut, juga berfungsi sebagai alat bantu mengapung saat mengambil napas.

Pelampung ini juga menjadi tempat untuk menggantungkan jaring di mana para haenyeo menyimpan hasil tangkapan mereka. Di dalam keranjang, ada bitchang atau besi pencungkil yang berbentuk seperti kail, yang gunanya untuk mengambil abalon dari bebatuan.

20251124165233_WhatsApp-Image-2025-11-24-at-10.48.07.jpeg

Ketua Asosiasi Haenyeo Segye-ri Lee Bok-soo dalam sesi wawancara dengan media di sekitar perairan di Desa Sagye-ri, Seogwipo, Jeju, Korea Selatan, Rabu (12/11). (Antara/Ade Irma Junida)

Pekerjaan berisiko

Lee mengakui bahwa sejak sejumlah serial drama tentang kehidupan haenyeo di Netflix menjadi populer, semakin banyak wisatawan datang ke Jeju untuk mencoba tur pengalaman menjadi haenyeo.

Menurutnya, hal itu cukup menyenangkan karena ia merasa bangga melihat tradisi Jeju, khususnya mengenai haenyeo, semakin dikenal dunia.

"Biasanya awal Mei sampai akhir Oktober itu jadi musim yang cukup ramai dengan wisatawan yang datang ke sini untuk mencoba pengalaman menjadi haenyeo," katanya.

Saat ini di Sagye-ri ada sekitar 35 haenyeo, dua di antaranya merupakan haenyeo laki-laki. Meski demikian, Lee mengatakan mayoritas haenyeo di desa tersebut berada di usia rata-rata di atas 65 tahun.

"Hanya ada tiga haenyeo yang berusia 40 dan 50-an tahun," katanya.

Lee menyebut saat ini generasi muda yang ingin belajar menjadi haenyeo terus berkurang. Ia pun mengaku khawatir tradisi ini akan hilang di masa mendatang.

Bayangkan saja, dari 35 haenyeo yang ada di Sagye-ri, tidak ada satupun anak mereka yang tertarik untuk menjadi haenyeo. Jika ada haenyeo baru, biasanya mereka datang dari wilayah lain, bukan desa setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Advertisement
Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.