Akhir 2025 Panas! Transmisi BI-Rate dan Belanja Nataru Dongkrak Kredit Konsumsi Nasional
📅 Senin, 24 Nov 2025, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-Ist
JAKARTA – Transmisi BI-Rate yang mulai lebih efektif pada akhir 2025 memberikan dorongan terhadap pertumbuhan kredit konsumsi, seiring perbankan menyesuaikan suku bunga kredit secara gradual.
Penurunan biaya pinjaman meningkatkan minat rumah tangga untuk mengambil kredit, terutama pada segmen kendaraan bermotor, kartu kredit, dan pembiayaan multiguna.
Momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) turut memperkuat permintaan, karena pola belanja masyarakat cenderung meningkat untuk kebutuhan liburan, transportasi, hingga renovasi rumah.
Kombinasi turunnya suku bunga dan lonjakan musiman konsumsi ini membuat kredit konsumsi menjadi salah satu motor pertumbuhan penyaluran dana bank di penghujung tahun.
Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi pasar tenaga kerja dan kepercayaan konsumen, yang akan menentukan keberlanjutan tren positif tersebut memasuki 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang transmisi kebijakan moneter yang semakin membaik hingga dorongan belanja musiman rumah tangga jelang Natal dan Tahun Baru akan mendorong kinerja kredit konsumsi hingga akhir 2025 dan awal 2026.
Di samping itu, faktor tren penurunan suku bunga pinjaman serta percepatan belanja pemerintah/ investasi swasta juga dapat mendorong pertumbuhan kredit pada periode yang sama.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam jawaban tertulis di Jakarta, Senin (24/11), menilai bahwa kredit konsumsi sejauh ini masih tumbuh meskipun termoderasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini sejalan dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang bersumber dari konsumsi rumah tangga maupun indikator terkait daya beli konsumen yang masih tumbuh terbatas.
Hingga September 2025, kredit konsumsi tumbuh sekitar 7,42 persen year on year (yoy). OJK mencatat risiko kredit sedikit meningkat di segmen konsumsi pada periode tersebut, tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) yang meningkat menjadi sebesar 2,37 persen dibandingkan posisi September 2024 sebesar 1,85 persen.
“OJK menekankan pemulihan kredit konsumsi bergantung pada perbaikan permintaan domestik, transmisi penurunan suku bunga ke lending rate, serta perbaikan pendapatan rumah tangga yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat,” kata Dian.
Menurut catatan OJK, perlambatan paling nyata terjadi pada kredit pemilikan rumah (KPR) serta kredit kendaraan bermotor (KKB).
KPR tumbuh termoderasi pada September 2025 sebesar 7,26 persen dibandingkan posisi September 2024 sebesar 10,89 persen. Sedangkan KKB pada September 2025 tumbuh sebesar 0,72 persen dibandingkan posisi September 2024 sebesar 9,00 persen sehingga berkontribusi menahan laju pertumbuhan kredit konsumsi.
“Lemahnya pertumbuhan KKB juga sejalan dengan masih terkontraksinya penjualan kendaraan bermotor selama setahun terakhir,” ujar Dian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!