Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mesin Ekraf RI Ada di Jawa Barat: Kontribusi Tembus Rp310 Triliun

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mesin Ekraf RI Ada di Jawa Barat: Kontribusi Tembus Rp310 Triliun Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Produk kriya.

BANDUNG – Kontribusi daerah dalam ekonomi kreatif menjadi faktor kunci untuk memperluas basis pertumbuhan nasional, karena inovasi dan produksi kreatif sesungguhnya tumbuh dari ekosistem lokal yang kuat.

Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menyediakan regulasi yang ramah usaha, mengembangkan talenta, memperkuat infrastruktur digital, hingga membuka akses pasar bagi pelaku kreatif.

Ketika daerah mampu memetakan potensi subsektor unggulan dan menghubungkannya dengan industri serta kebutuhan pasar, maka terbentuk rantai nilai kreatif yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Dengan demikian, keterlibatan aktif daerah bukan hanya mendorong penciptaan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat diversifikasi ekonomi nasional melalui produk dan layanan kreatif yang bernilai tambah tinggi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyebutkan provinsi ini berkontribusi sebesar 20,73 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional, dengan nilai nominal mencapai kisaran Rp310 triliun.

"PDB nasional untuk ekraf ini Rp1.500 triliun. Jawa Barat sendiri kontribusinya signifikan, sekitar Rp310 triliun dari sisi kuantitatif," kata Herman di sela kegiatan Badan Ekraf Developer Day (BDD) 2025 di Bandung, Sabtu (22/11).

Herman merinci, dari total 27,4 juta tenaga kerja kreatif di Indonesia, sebanyak 6,2 juta atau 20 persennya berbasis di Jawa Barat.

Hal ini menjadikan provinsi tersebut sebagai barometer utama pertumbuhan industri digital dan kreatif di tanah air.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut Herman, kini fokus menjadikan sektor ekraf sebagai pengungkit (leverage) untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang memiliki kue pembangunan total sebesar Rp2.800 triliun.

Terkait BDD sendiri, Pemilihan Bandung sebagai tuan rumah dinilai strategis, mengingat posisi Jawa Barat sebagai provinsi prioritas yang menyumbang 6,24 juta tenaga kerja kreatif pada 2025, angka kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional dari sektor ini berdasarkan data BPS.

Dari 2.300 orang yang mendaftar, akhirnya 1.000 terpilih mengikuti program BDD 2025.

Terkait 1.000 talenta digital yang digembleng dalam BDD 2025, Herman memastikan 800 orang di antaranya merupakan warga Jawa Barat yang akan langsung mendapat pendampingan lanjutan.

"Setelah ini kami lanjutkan dengan coaching dan mentoring. Rata-rata peserta adalah Gen-Z dan Milenial. Bagi yang belum bekerja, akan langsung kami salurkan ke dunia industri atau didorong mengeksekusi usaha rintisannya sendiri," ujar Herman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

Kemenbud akan Pugar Candi Muara Takus

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kemenbud akan Pugar Candi M...
Rona
Niki Rilis Lagu "Merry Chri...
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.