Gunung Semeru Terus Bergetar Selama Dua Jam
📅 Sabtu, 22 Nov 2025, 20:13 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
LUMAJANG – Warga yang berada di arus banjir lahar muntahan gunung Semeru mesti terus waspada. Sebab Pengamatan Gunung Semeru mencatat getaran banjir lahar hujan hampir 2 jam padahariSabtu. Banjir lahar hujan tersebut mengalir ke sungai-sungai yang sebelumnya terpapar awan panas dan berpotensi menjadi letusan sekunder.
"Terjadi satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 34 mm dan lama gempa 6.059 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Rudra Wibowo dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Pada periode pengamatan yang sama, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengalami 30 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 16-22 mm, dan lama gempa 50-145 detik.
"Terekam juga dua kali gempa Guguran dengan amplitudo 4-6 mm dan lama gempa 45-56 detik, kemudian lima kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3-8 mm dan lama gempa 18-71 detik," tuturnya.
Getaran banjir juga terekam pada periode pengamatan Sabtu pukul 06.00-12.00 WIB yakni tercatat satu kali dengan amplitudo 35 mm, dan lama gempa 6.395 detik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan status Gunung Semeru pada level IV atau Awas, sehingga Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi terlanda awan panas dan lahar masih dapat terjadi. "Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah Gunung Semeru mengingat potensi bahaya lontaran batu pijar.
Selain itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar di sepanjang sungai berhulu puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak alirannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kerahkan Brimob
Sementara itu, Polda Jatim mengerahkan Brimob. Komandan Satbrimob Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Suryo Sudarmadi dalam keterangannya mengatakan bahwa sejak Sabtu dini hari, satu satuan setingkat kompi (SSK) Satbrimob yang dipimpin Danyon B Pelopor Kompol Toni Agus Salim telah bergerak mendukung pemulihan warga di Kecamatan Pronojiwo.
Suryo mengatakan bahwa operasi kemanusiaan dimulai sejak pukul 04.30 WIB melalui pengoperasian dapur lapangan Brimob yang setiap harinya memasak ratusan porsi makanan gratis bagi warga terdampak, para pengungsi, serta personel SAR di lapangan.
Pada pagi hari, personel melaksanakan pengecekan kesiapan dan pembagian tugas yang dipimpin Toni Agus Salim untuk memastikan seluruh operasi berjalan aman, terkoordinasi, dan penuh empati. Setelah itu, personel langsung diturunkan untuk membantu membersihkan rumah warga dari abu vulkanik dan material erupsi.
“Banyak warga yang merasa tidak lagi memiliki tenaga untuk memulai pemulihan sehingga kehadiran Brimob yang turut mengangkat barang-barang rumah tangga, membersihkan permukiman, dan memindahkan barang penting menuju hunian tetap menjadi bentuk pertolongan nyata yang sangat dirasakan masyarakat,” katanya.
Pada pukul 09.00 WIB, Satbrimob memberikan pemulihan psikososial melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak di SDN 04 Pronojiwo yang dipimpin Bripka Arif bersama dua personel lainnya. Pemulihan diberikan melalui kegiatan edukatif, aktivitas kreatif, dan pendampingan emosional agar anak-anak bisa kembali merasa aman dan mampu melepaskan ketegangan pascabencana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!