Isu Lingkungan Jadi Perhatian Saat Hari Harimau
📅 Minggu, 02 Agu 2026, 12:45 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Masyarakat Jambi memanfaatkan peringatan hari harimau sedunia (Global Tiger Day) menjadi momentum memperkuat kepedulian serta membangkitkan kembali kepedulian masyarakat terhadap Isu lingkungan dan keberlangsungan satwa liar.
"Hari ini kita membuktikan bahwa masyarakat sipil masih punya kepedulian dan komitmen dalam konteks penyadaran hubungan antara hewan, lingkungan dan manusia," kata warga Kota Jambi Alam Borneo Albar di Jambi, Minggu.
Alam menjelaskan, kehadiran masyarakat sipil dalam ajang ini membuktikan bahwa semangat kepedulian terhadap isu lingkungan masih hidup dan dapat terus dibangun bersama.
Untuk itu, hubungan masyarakat kota, masyarakat desa, dan satwa liar di hutan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Melalui momentum Global Tiger Day tahun ini, dia berharap masyarakat dapat menjadikan isu keterhubungan lingkungan sebagai topik pembicaraan sehari-hari, bukan sekadar isu tahunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pesan moralnya, acara hari ini kita harus membuktikan bahwa semangat dan kepedulian itu selalu bisa dibentuk dan dibangun," ungkapnya.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melalui sub bagian tata usaha Hendrimon Syadri menegaskan bahwa kondisi populasi harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) saat ini sudah sangat mendesak akibat penurunan dan luas hutan (fragmentasi) habitat, serta berkurangnya pakan alami.
Kondisi itu mengakibatkan sering memicu interaksi negatif atau konflik antara harimau dengan masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, harimau sumatra memegang peranan penting sebagai predator puncak, keberadaannya berfungsi untuk menjaga keseimbangan populasi satwa pemakaman non daging atau herbivora.
Apabila populasi harimau terganggu atau hilang, maka akan berdampak terjadi peningkatan populasi satwa herbivora akibat hilangnya predator alami, sehingga berpotensi merusak vegetasi hutan secara masif.
Dia menilai, Indonesia perlu belajar dari India yang dinilai berhasil dalam program konservasi harimau. Di sana populasi harimau benggala (panthera tigris tigris) hingga saat ini populasinya mencapai 3.500 ekor, atau 70 persen dari total populasi harimau di dunia.
Ia menambahkan, upaya konservasi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, harus saling menguatkan antara pemerintah, pegiat konservasi, dan masyarakat yang menjadi garda terdepan di lapangan.
"Jumlah harimau sumatra di alam liar diperkirakan tersisa 300 an ekor, membentang dari Aceh hingga Lampung, di hutan yang tersisa saat ini," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!