Teknologi Mesin Fleksibel Memungkinkan Jaringan Listrik PLTS dan PLTB Stabil
📅 Jumat, 21 Nov 2025, 10:40 WIB | Oleh: Vitto Budi“Solusi yang mampu merespons dalam hitungan detik, seperti teknologi mesin Wärtsilä yang terbukti di Lombok, memastikan bahwa energi terbarukan yang bersifat intermiten dapat diintegrasikan tanpa mengorbankan keandalan sistem,” papar Kevin.
CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa yang hadir sebagai panelis dalam Round Table Discussion itu mengatakan transisi energi Indonesia memerlukan penyelarasan kebijakan yang berani serta teknologi yang mampu menjembatani kebutuhan energi saat ini dengan masa depan yang berbasis energi terbarukan.
Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) menetapkan hampir 3 Gigawatt (GW) proyek pembangkit listrik mesin gas (PLTMG) baru pada periode 2025–2034.
“Hal ini menunjukkan bahwa fleksibilitas dan keandalan tetap menjadi inti dari strategi energi nasional kita. Untuk mempercepat integrasi energi terbarukan, Indonesia sangat membutuhkan solusi pembangkit yang dapat naik-turun daya dengan cepat, menstabilkan jaringan, dan memastikan keandalan di sistem kepulauan kita yang beragam,” kata Fabby.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perubahan besar lain yang membentuk kembali lanskap kelistrikan Indonesia adalah meningkatnya pusat data berbasis AI. Permintaan listrik global dari pusat data diproyeksikan tumbuh 250 persen pada tahun 2030, menciptakan tantangan dalam koneksi jaringan, pasokan, dan keandalan, di mana Indonesia mengikuti tren yang sama.
Pusat data menghadapi waktu tunggu yang panjang untuk koneksi jaringan dan harus beroperasi di wilayah yang keandalan listriknya masih tidak konsisten. Wärtsilä mengatasi tantangan itu dengan pembangkit listrik di lokasi yang dapat dipasang dengan cepat, yang memberikan daya andal ketika dibutuhkan.
“Di beberapa pasar, menghubungkan pusat data ke jaringan bisa memakan waktu hingga 10 tahun, sehingga menunda proyek baru dan memperlambat kemajuan ekonomi,” kata Febron Siregar. Mikrogrid yang menggabungkan energi terbarukan, mesin Wärtsilä, dan penyimpanan energi menawarkan solusi yang hemat biaya dan rendah emisi untuk pusat data.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan menyediakan pembangkitan di lokasi, operasi yang independen dari jaringan, dan skalabilitas cepat, sistem ini memungkinkan operator untuk mengakses daya dengan cepat sambil menjaga ketahanan dan efisiensi.”
Pendekatan ini sudah diterapkan secara global. Di Amerika Serikat, Wärtsilä baru-baru ini mendapatkan pesanan 282 MW untuk memasok daya bagi proyek pusat data besar di Ohio. Fasilitas tersebut akan menggunakan 15 mesin Wärtsilä 18V50SG yang berjalan dengan bahan bakar gas alam, memberikan energi yang andal secara langsung dengan emisi rendah dan konsumsi air minimal, sebuah keuntungan lingkungan yang signifikan bagi fasilitas komputasi berkebutuhan tinggi.
Teknologi Mesin Fleksibel
Bagi Indonesia, di mana ekspansi energi terbarukan dan digitalisasi berkembang secara paralel, teknologi mesin fleksibel Wärtsilä memastikan daya yang andal, berkelanjutan, dan dapat ditingkatkan untuk mendukung transisi energi dan pertumbuhan digital.
“Tujuan kami adalah membantu Indonesia membangun sistem energi yang berkelanjutan dan siap menghadapi masa depan,” kata Febron Siregar.
“Mulai dari penyeimbangan energi terbarukan hingga memasok daya untuk pusat data berbasis AI, fleksibilitas adalah kunci bagi sistem kelistrikan yang tangguh dan berkelanjutan.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!