Amerika Serikat Kaji Proposal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Iran
📅 Rabu, 22 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiANKARA – Qatar, Mesir, Pakistan, dan sejumlah mediator regional pada Senin (20/7), mengajukan proposal gencatan senjata selama 10 hari kepada Amerika Serikat (AS) dan Iran sebagai upaya menghentikan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dikutip dari Antara, pemerintahan Presiden AS Donald Trump sedang mengkaji usulan tersebut. Washington juga disebut meminta Israel menahan diri agar tidak mengambil langkah yang dapat menggagalkan peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Meski demikian, AS tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila perundingan gagal mencapai kesepakatan. Di sisi lain, militer Israel dilaporkan meningkatkan status kesiagaan dan bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi menjadi operasi militer berskala penuh dalam beberapa hari ke depan.
Proposal gencatan senjata itu mencakup penghentian sementara permusuhan, pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta memberikan ruang bagi Washington dan Teheran untuk menyelamatkan nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) mendesak AS dan Iran menahan diri serta mengedepankan dialog.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam komunike bersama yang dirilis seusai Pertemuan Menteri Luar Negeri Asean ke-59 di Manila, Selasa (21/7), para menteri luar negeri menyampaikan keprihatinan atas memburuknya situasi di Timur Tengah.
"Kami menyatakan keprihatinan serius atas situasi yang berkembang pesat di Timur Tengah, khususnya permusuhan yang kembali memanas yang melibatkan AS dan Iran."
Asean menilai eskalasi tersebut telah melemahkan upaya para mediator dan memperkecil peluang penyelesaian damai melalui dialog serta diplomasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Asean menegaskan pentingnya menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan, menjunjung hukum internasional, serta mendorong penghentian permusuhan secara menyeluruh di Timur Tengah.
Konflik kembali memanas meski AS dan Iran sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu melalui mediasi Pakistan.
Pakistan dan Qatar, yang menjadi mediator utama, terus mendorong kedua pihak menghentikan serangan dan kembali ke meja perundingan. Proposal yang diajukan Islamabad dan Doha juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, serta pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Iran.
Konsekuensi Besar
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran akan menghadapi konsekuensi besar apabila kembali menyebabkan jatuhnya korban dari pihak militer Amerika.
"Setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar berkali-kali lipat atas tindakan itu," tulis Trump melalui Truth Social, Senin (20/7).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!