Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Dimarahi, Atasi Kecanduan Gawai Anak dengan Pendekatan Positif Ini

📅 Kamis, 20 Nov 2025, 21:30 WIB | Oleh:
Bukan Dimarahi, Atasi Kecanduan Gawai Anak dengan Pendekatan Positif Ini Doc: RRI

JAKARTA - Psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Samanta Elsener M.Psi, menegaskan bahwa kemampuan anak mengendalikan diri adalah kunci utama untuk mencegah kebiasaan bermain gawai secara berlebihan.

Menurut Samanta, meski batas ideal waktu layar untuk hiburan adalah maksimal dua jam per hari, kenyataannya banyak anak dan remaja tetap mencari cara untuk menggunakan gawai di luar pengawasan orang tua.

"Kalau kita bicara ideal (waktu bermain gawai) maksimal dua jam tapi kita tahu anak-anak dan remaja itu suka colongan. Jadi sudah sangat kreatif, bisa sambil curi waktu di sekolah, saat lagi mandi, dan lain-lain ketika tidak dalam pengawasan orang tua," kata Samanta di Jakarta Selatan, Kamis (20/11).

Ia menjelaskan bahwa pengendalian penggunaan gawai tidak cukup hanya dengan aturan waktu, tetapi harus dibangun lewat kemampuan anak mengembangkan kontrol diri. Kontrol diri itu tumbuh ketika orang tua rutin berdialog dan mengingatkan anak soal batas pemakaian.

"Jadi sebetulnya balik lagi bagaimana kita bisa mengajarkan mereka kontrol diri dari kita ngobrol sama mereka. Ketika kita ngobrol sama mereka, mereka punya pemahaman, dan akhirnya itu menjadi kontrol diri mereka kalau waktunya (bermain gawai) 2 jam ya udah 2 jam," ujarnya.

Untuk melindungi anak dari dampak negatif gawai, Samanta juga mendorong orang tua memperkuat literasi digital, termasuk memahami cara kerja algoritma platform digital. Ia menjelaskan bahwa ketika seseorang menonton satu video sampai habis, platform akan terus merekomendasikan video serupa. Karena itu, orang tua perlu tahu cara mengatur algoritma agar anak hanya menerima konten yang aman dan sesuai usia.

Samanta turut mendukung kebijakan pembatasan akses media sosial untuk anak di bawah umur yang telah diterapkan di Indonesia. Menurutnya, aturan ini penting untuk mencegah remaja terpapar konten negatif yang berpotensi memengaruhi perilaku atau bahkan keselamatan mereka.

Ia menambahkan, fase awal remaja adalah masa ketika hormon dan otak berkembang pesat, sehingga mereka sangat rentan terhadap pengaruh konten digital.

“Kita tidak mau anak-anak remaja ini semakin terpapar konten-konten negatif yang bisa membahayakan mereka dan teman-temannya mereka,” tegasnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.