Warga Majalengka Perlu Waspada Usai Terjadi Gempa, Dikhawatirkan Ada Susulan
📅 Minggu, 09 Nov 2025, 14:16 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
MAJALENGKA - Minggu pagi masyarakat Majalengka dikagetkan dengan gempa bumi tektonik dengan kekuatan Magnitudo 3,1. Gempa mengguncang wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu, pukul 10.01 WIB akibat adanya aktivitas sesar aktif. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6.84 LS dan 108.22 BT, atau tepatnya berlokasi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada kedalaman 14 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif wilayah setempat,” kata Teguh dalam keterangan yang diterima di Bandung, Bandung. Berdasarkan laporan dari masyarakat, kata dia, gempa bumi itu dirasakan di daerah Kabupaten Bener Meriah dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. Hingga pukul 10:20 WIB, lanjut dia, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa belum ada kejadian gempa bumi susulan. Kepada masyarakat, kata dia, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Teguh mengingatkan agar masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
Gempa Kaltara
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Polda Kalimantan Utara dan Polres Tarakan menerjunkan tim khusus untuk membantu dan menjaga keamanan masyarakat yang terdampak gempa bumi susulan bermagnitudo 4,4 di Tarakan pada Sabtu. Dansat Brimob Polda Kaltara Kombes Pol. Sarly Sollu, mengatakan pihaknya telah mendirikan dua pos darurat di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) dan di Kelurahan Mamburungan, kawasan perbukitan yang rawan longsor.
“Begitu gempa terjadi, tim tanggap bencana Sat Brimob Polda Kaltara langsung mengevakuasi pasien dari RSUKT ke posko darurat, serta melaksanakan patroli di wilayah Mamburungan untuk memastikan keselamatan warga,” kata Kombes Pol. Sarly Sollu, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu. Untuk operasi tanggap bencana, Kombes Pol. Sarly mengungkapkan bahwa pihaknya menurunkan dua tim tanggap bencana serta menyiagakan satuan di Mako Brimob Tarakan untuk mendukung evakuasi.
Sat Brimob Polda Kaltara juga menurunkan tim medis tanggap bencana untuk memberi bantuan kesehatan kepada masyarakat di Kelurahan Mamburungan, kata dia. Pemeriksaan medis yang tersedia di sana difokuskan bagi lansia, ibu hamil, dan anak-anak. “Selain memberikan evakuasi dan perlindungan, kami juga memastikan pelayanan kesehatan darurat tetap berjalan. Tim medis kami turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi masyarakat yang terdampak,” ucap Kombes Pol. Sarly.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik menyampaikan bahwa pihaknya, bersama Polda Kaltara, terus berkoordinasi dengan Pemkot Tarakan dan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat pasca-gempa. “Personel Polri membantu tenaga medis mengevakuasi pasien rawat inap, mendirikan tenda evakuasi di sekitar rumah sakit, serta melakukan patroli dan pendataan warga terdampak,” tutur AKBP Erwin.
Polres Tarakan juga menyelenggarakan patroli, yang difokuskan pada area pasar, kawasan padat penduduk, dan fasilitas umum, untuk memastikan tidak terjadi gangguan kamtibmas pasca-gempa dan menjaga situasi tetap kondusif, ucap dia. Kapolres Tarakan mengimbau supaya masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang, serta segera melapor apabila ada potensi bahaya atau kerusakan bangunan.
Disampaikan oleh Kepala Stasiun Meteorologi Juwata BMKG Tarakan Muhammad Sulam Khilmi. gempa susulan bermagnitudo 4,4 yang mengguncang Tarakan pukul 16:56 WITA tidak berpotensi tsunami. Gempa bumi ini merupakan gempa susulan ke-8 dari gempa utama bermagnitudo 4,8 yang mengguncang Tarakan, Kalimantan Utara, pada Rabu (5/11) pukul 18:37 WITA.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!