Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Khofifah Raih Penghargaan Persagi Karena Berhasil Percepat Penurunan Stunting

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 14:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Khofifah Raih Penghargaan Persagi Karena Berhasil Percepat Penurunan Stunting Doc: Pemprov Jatim
Ket. Gubernur Jatim Khofifah saat meninjau pelaksanaan posyandu

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) atas keberhasilan memimpin percepatan penurunan prevalensi stunting hingga mencapai 14,7 persen pada 2024, melalui kolaborasi lintas sektor dan berbagai inovasi kebijakan.

“Alhamdulillah, komitmen Jatim dalam percepatan penurunan stunting terus menunjukkan hasil positif. Dan kami bersyukur bahwa kami hari ini menerima penghargaan dari Persagi,” kata Gubernur Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Sabtu.

Persagi menilai Gubernur Khofifah berhasil memimpin percepatan penurunan stunting sekaligus menunjukkan komitmen kuat melalui berbagai inovasi kebijakan lintas sektor yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup dan masa depan anak-anak di Jawa Timur.

“Bukan hanya untuk kami, penghargaan ini saya juga sebagai apresiasi untuk seluruh stakeholder yang selama ini memiliki komitmen yang sama untuk terus menurunkan angka prevalensi stunting di Jatim," kata Khofifah.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jawa Timur turun dari 17,7 persen pada 2023 menjadi 14,7 persen pada 2024.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan prevalensi stunting terendah di Pulau Jawa dan terbaik kedua secara nasional setelah Bali.

Khofifah mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

"Keberhasilan Jatim menurunkan angka prevalensi stunting ini dilakukan oleh banyak pihak, bersama-sama bergandengan tangan nyengkuyung, mulai dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, TP PKK Jatim, BKKBN, DP3AK, Perindag," ujarnya.

Selain kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengembangkan sejumlah inovasi, antara lain konseling dari pintu ke pintu, pendampingan bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis, serta program Jawa Timur Tanggap Terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting.

Pemerintah juga memberikan pembekalan kepada calon pengantin sebagai upaya pencegahan stunting sejak sebelum kehamilan.

"Banyak inovasi yang dilakukan untuk dapat menurunkan angka stunting, tidak hanya bagi ibu hamil tetapi juga ada inovasi yang memberikan pembekalan bagi para calon pengantin, ini salah satu langkah antisipatif yang dilakukan agar calon pengantin paham sehingga mereka bisa menjaga, mencegah sejak sebelum kehamilan terjadi," ujarnya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Persagi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, profesi ahli gizi memegang peran penting dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dalam memastikan kualitas dan kandungan gizi setiap menu yang disajikan.

"Para ahli gizi, menjadi ujung tombak bagaimana pemenuhan gizi di setiap menu MBG yang disajikan," ujarnya.

Ia menambahkan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berada dalam pengawasan tenaga ahli gizi yang memiliki kompetensi dan telah terverifikasi sehingga mutu sajian tetap terjaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
OJK Terbitkan Aturan Baru b...
Daerah
PT KAI Hadirkan Promo Tiket...

OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
OJK Perkuat Ekosistem Keuan...
Nasional
KPK Tegaskan Pengembalian U...
Daerah
Pemerintah Kabupaten Sumene...
Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Kaji Usul...

Kementan Percepat Peningkatan Produksi Pangan

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kementan Percepat Peningkat...

Kemenkes Sebut Nakes Dilindungi Hukum Nasional

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Sebut Nakes Dilind...
Luar Negeri
Cita Rasa Rendang dan Kopi ...
133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.