Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menekraf: Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Kreatif

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 20:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menekraf: Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Kreatif Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi -Produk kriya mampu bertahan saat pandemi covin-19 beberapa tahun lalu.

MALANG – Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor krusial dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Indonesia.

Kolaborasi yang kuat diperlukan untuk menyelaraskan kebijakan, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat ekosistem inovasi di tingkat lokal.

Dengan dukungan regulasi, infrastruktur, dan promosi yang terintegrasi, potensi pelaku kreatif di berbagai daerah dapat berkembang optimal, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat daya saing ekonomi nasional berbasis kreativitas dan nilai tambah.

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah menjadi penguat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Indonesia.

Teuku ditemui seusai menghadiri Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) yang diselenggarakan di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (8/11), mengatakan ketika sektor ekonomi kreatif atau ekraf bisa tumbuh maksimal, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di daerah tersebut tetapi juga secara nasional.

"Peran pemerintah daerah, peran pemerintah pusat ini melalui kolaborasi agar mendukung pertumbuhan dari potensi ekraf yang sudah di daerah. Penikmatnya bisa lintas provinsi," kata Teuku.

Dia menyatakan salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah yang harus terus dijalankan adalah pendampingan terhadap pelaku ekraf.

Teuku menyebut bahwa kolaborasi juga perlu diperkuat dengan menggandeng peranan seluruh elemen masyarakat, seperti komunitas dan organisasi, sebagaimana pelaksanaan ICCF 2025.

Dengan cara itu ekosistem ekraf bisa semakin kompetitif, berkualitas, dan mampu memberikan perlindungan terhadap karya pelaku usaha melalui hak atas kekayaan intelektual (HAKI), termasuk mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

"Bagaimana kita bisa menghadapi tantangan yang ada sebagai peluang bagi ekosistem ekraf," ujar dia.

Kementerian Ekraf mencatat sektor ekonomi kreatif mampu menyumbangkan Rp1.500 triliun kepada produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Sektor ekraf juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, yakni lebih dari 26,5 juta tenaga kerja.

Pada semester pertama 2025 ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia telah mencapai 12,9 miliar dolar AS. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Pada periode yang sama, Kementerian Ekraf juga mencatat nilai investasi sektor ekraf di Indonesia mencapai Rp90,12 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Jaringan Kereta Api Belanda...
Luar Negeri
DPR AS Tolak Resolusi Pemak...
Megapolitan
Trantib Kota Tangerang Tert...
Advertisement
AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Korban Pungli Diganti Dua Kali Lipat
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.