Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Festival Pakariang 2025 Dorong Pelestarian Permainan Tradisional di Kupang

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 08:33 WIB | Oleh:
Festival Pakariang 2025 Dorong Pelestarian Permainan Tradisional di Kupang Doc: antara foto
Ket. Festival Pakariang 2025 di Kupang, NTT.

KUPANG - Festival Pakariang 2025 yang didukung Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVI Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali digelar sebagai ruang bermain, belajar kreatif, dan bersosial generasi muda, khususnya bagi anak-anak di Kota Kupang.
“Festival ini menghadirkan berbagai aktivitas seperti permainan tradisional yang kaya akan nilai kebersamaan dan gotong royong untuk merayakan keberagaman tradisi dan budaya lokal,” kata Koordinator Festival Pakariang 2025, Yedida Letedara, di Kupang, Sabtu (8/11).

Ia menjelaskan, Pakariang merupakan singkatan dari Pesta Permainan Tradisional dan Kreativitas Anak Kupang. Kegiatan ini sebelumnya pernah dilaksanakan pada 2015 dan 2017.

“Tahun ini Pakariang hadir kembali membuka ruang untuk anak-anak bisa berinteraksi antara sesama mereka. Kemudian keluarga juga bisa hadir untuk sama-sama merayakan permainan tradisional yang mungkin sudah lama dilupakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan Pakariang bukan hanya menghadirkan ruang bermain, tetapi juga mengasah kreativitas, membangun interaksi, dan menjaga budaya di tengah perubahan pola bermain anak dari tradisional ke modern.

“Festival ini menampilkan hampir 40 jenis permainan, seperti kayu doi, gasing kayu, congklak, lompat tali, dan benteng,” katanya.

Selain aktivitas bermain bersama, terdapat pula sesi belajar membuat bekal pangan lokal, belajar bahasa isyarat, memilah sampah, hingga lomba mewarnai.

“Harapannya agar anak-anak dan generasi sekarang tidak lupa akan budaya dan permainan tradisional. Semoga setelah kegiatan ini, para peserta dapat kembali mengingat dan melanjutkan praktik permainan tersebut,” ujar Yedida.

Sementara itu, Putu Rahmadewa Eka Karma dari BPK Wilayah XVI mengapresiasi festival yang menghadirkan sekitar seratus peserta anak-anak.

“Permainan tradisional merupakan salah satu dari 10 objek pemajuan kebudayaan. Kegiatan ini penting agar anak-anak dapat bersosialisasi, belajar, dan bermain permainan tradisional yang kini semakin jarang dimainkan,” katanya.

Ia menambahkan kegiatan ini merupakan satu dari 31 kegiatan yang didanai melalui program Dana Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2025 pada periode pertama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Persahabatan: Brasil M...
Megapolitan
Tarif Transjabodetabek akan...

Mayoritas Nusantara Bakal Diguyur Hujan Ringan

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Mayoritas Nusantara Bakal D...
Olahraga
Sprint Race MotoGP Hungaria...

Indonesia – Malaysia Bentrok, Duel Bakal Sengit

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia – Malaysia Bent...
Olahraga
Pole Position Balapan F1 Mo...
Daerah
Ponpes Al Falah Kediri Siap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.