Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Kaltim Berpotensi Alami Kemarau Panjang

📅 Senin, 10 Agu 2026, 19:30 WIB | Oleh:
BMKG: Kaltim Berpotensi Alami Kemarau Panjang    Doc: RRI/Niswar

SAMARINDA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda memperingatkan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) untuk bersiap menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Ini akibat kolaborasi fenomena El Nino kuat dan IOD positif yang berpotensi memicu kemarau panjang hingga awal 2027.

Prakirawan BMKG Samarinda, Fatuh Hidayatullah, di Samarinda, Senin (10/8), menjelaskan El Nino merupakan anomali peningkatan suhu rata-rata permukaan air laut di Samudera Pasifik. Tepatnya, di bagian tengah dan timur yang melampaui batas normal.

“El Nino ini telah berada pada kondisi aktif dan pada intensitas kuat dengan Indeks Nino 3,4 yang sudah mencapai angka 1,56. Di mana, batas threshold untuk kategori kuat adalah 1,5," kata Fatuh.

Menurut dia, BMKG memprediksi kondisi El Nino kuat tersebut dapat bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama 2027. Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko kemarau yang lebih panjang dan kering.

Ancaman tersebut juga diperkuat dengan potensi munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Fenomena ini merupakan kondisi anomali suhu permukaan laut di Samudera Hindia yang dapat mempengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia.

“Untuk saat ini IOD masih berada pada fase netral. Namun diprediksi berubah menjadi IOD positif pada periode September hingga Desember,” ucap dia.

Apabila El Nino dan IOD positif terjadi secara bersamaan, lanjutnya, dapat menciptakan skenario kemarau yang lebih panjang. Bahkan lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia.

Untuk Kaltim, kata Fatuh, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Kondisi ini juga terlihat dari hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH), yang menunjukkan sejumlah kabupaten/kota di Kaltim telah memasuki kategori HTH menengah, khususnya beberapa wilayah di bagian selatan.

Kondisi kemarau turut diperkuat oleh masuknya massa udara kering dari arah timur yang membawa udara relatif panas dan melintasi wilayah Kalimantan. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kemarau tahun ini harus diwaspadai lebih lanjut.

Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir sejumlah wilayah Kaltim masih mengalami hujan. Menurut Fatuh, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa ancaman kemarau telah berakhir.

Ia menjelaskan hujan yang terjadi bersifat sementara akibat dinamika atmosfer. Termasuk aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin yang membawa tambahan uap air secara temporer.

Karena itu masyarakat diimbau tidak terlena dengan hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan yang turun justru perlu dimanfaatkan secara maksimal, terutama untuk memenuhi kebutuhan air dan mengantisipasi kondisi kering yang berpotensi berlanjut. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Mengharap Final Leo/Daniel-...
Luar Negeri
Bill Gates Peringatkan AI T...
Advertisement
Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.