Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Mau Kepercayaan Dunia Runtuh, KKP Perketat Mutu Udang Usai Isu Radioaktif

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 02:39 WIB | Oleh:
Tak Mau Kepercayaan Dunia Runtuh, KKP Perketat Mutu Udang Usai Isu Radioaktif Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) KKP Ishartini memberi keterangan kepada awak media terkait Perkembangan Penanganan Isu Cesium-137 pada Produk Udang, di Jakarta, Kamis (6/11).

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperketat pengawasan mutu untuk memastikan udang Indonesia tetap aman dan kompetitif di pasar global, menyusul isu cemaran radioaktif Cesium-137. 

Melalui peningkatan sertifikasi, penguatan laboratorium, hingga integrasi sistem digital, KKP menegaskan kepercayaan dunia terhadap komoditas unggulan tersebut tetap terjaga.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) KKP Ishartini mengatakan, pihaknya berkomitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan produk udang agar memenuhi standar internasional.

"Kami di Badan Mutu KKP sebagai Certifying Entity, berkomitmen penuh melakukan pengendalian, pengawasan (mutu), khusus yang sekarang ini adalah dari Jawa dan Lampung yang diwajibkan," kata Ishartini dalam jumpa pers Perkembangan Penanganan Isu Cesium-137 pada Produk Udang Indonesia di Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan pihaknya terus memperkuat sistem pengawasan mutu, termasuk pengendalian radionuklida melalui sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) yang diterapkan secara ketat.

KKP juga memperkuat kapasitas laboratorium pengujian di Cilangkap, Jakarta Timur, agar dapat menguji radionuklida secara mandiri pada akhir tahun ini, didukung sumber daya manusia (SDM) inspektur mutu dan analis laboratorium yang kompeten.

Selain itu, transformasi digital menjadi upaya yang dilakukan dengan integrasi sistem teknologi informasi KKP bersama lembaga internasional seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) dan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (US Customs and Border Protection/USCBP) untuk memastikan proses pengawasan lebih cepat dan transparan.

"Kita siapkan integrasi sistem IT kita, antara 'Siap Mutu' di KKP dengan ITACS (Import Trade Auxiliary Communication System/Sistem Komunikasi Tambahan Perdagangan Impor) milik di USFDA Amerika," jelasnya.

Kemudian sinergisitas dengan berbagai pihak terus digencarkan, mulai dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Lingkungan Hidup, hingga asosiasi perikanan dan akademisi untuk memperkuat ekosistem ekspor perikanan yang berkelanjutan.

Upaya kolaborasi itu juga diarahkan untuk mempercepat pemenuhan target ekspor dan memperluas akses pasar, termasuk mempertahankan posisi kuat Indonesia di pasar Amerika Serikat.

Apalagi menurut Ishartini, dengan cita rasa khas dan kualitas premium, udang Indonesia masih menjadi primadona di pasar global terutama Amerika.

"Kami sangat optimistis udang Indonesia masih bisa memenuhi pasar Amerika. Karena Amerika demandnya masih, demandnya masih meminta udang dari Indonesia. Dia (udang Indonesia) punya cita rasa yang lain dari udang yang diproduksi negara lain," beber Ishartini.

Melalui peningkatan mutu, digitalisasi, dan kerja sama lintas sektor, KKP optimistis Indonesia mampu mempertahankan bahkan memperluas pangsa pasar udang di tingkat internasional.

KKP mencatat lima negara tujuan utama ekspor perikanan Indonesia selama Januari-September 2025, yakni AS dengan nilai ekspor 1.495,94 juta dolar AS; disusul China 812,76 juta dolar AS; negara kawasan ASEAN 711,99 juta dolar AS; Jepang 448,29 juta dolar AS; lalu Uni Eropa 331,32 juta dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Luar Negeri
Korban Tewas Tembus 2.100, ...
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.