Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ada 6.000 Desa Wisata Menanti Sentuhan: DPR Desak Pemerintah Perkuat Pendampingan

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ada 6.000 Desa Wisata Menanti Sentuhan: DPR Desak Pemerintah Perkuat Pendampingan Doc: ANTARA/ Adeng Bustomi
Ket. Ilustrasi - Pengunjung swafoto di kawasan wisata Mandiri Sayang Kaak yang dikelola oleh BUMdes Hangjuang di Desa Handap Heurang, Ciamis, Jawa Barat.

MAGELANG – Pendampingan dan perhatian pemerintah terhadap desa wisata menjadi faktor krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Dukungan berupa pelatihan, infrastruktur, akses pembiayaan, serta promosi digital dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi wisata berbasis kearifan lokal.

Dengan pendampingan yang konsisten, desa wisata tak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga motor pemberdayaan ekonomi rakyat, sekaligus sarana pelestarian budaya dan lingkungan yang berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menyampaikan ada 6.000 desa wisata di Indonesia butuh pendampingan dan perhatian pemerintah.

"Kita semua tahu wisata menghadirkan kesejahteraan bisa 5-6 kali lipat lebih tinggi dari pada bidang pertanian perkebunan, nilainya lebih tinggi," katanya di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (7/11).

Ia menyampaikan hal tersebut dalam rangka kunjungan kerja Panja Standardisasi Desa Wisata Komisi VII DPR RI saat mengunjungi salah satu Desa Wisata Wanurejo di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ia menuturkan, tentu ini menjadi masa depan kehadiran kesejahteraan bagi masyarakat.

Ia berharap, perhatian terhadap wisata terkhusus wisata desa bisa lebih, karena para penggerak wisata desa ini rata-rata otodidak.

Kemudian bottom up, dari masyarakat punya keinginan sebisa-bisanya dijalankan.

"Hadirnya pemerintah itu tentu ditunggu. Hadirnya anggaran pemerintah, bagaimana manajerial atau kemampuan masyarakat bisa di tingkatkan lagi melalui pelatihan dan sebagainya," katanya.

Ia mengatakan, Panja ingin memastikan kehadiran pemerintah terhadap perkembangan manajemen desa-desa wisata.

"Ini contoh bagus ya, arena di sini ada banyak desa wisata di sekitar Borobudur dan relatif growth-nya bagus dari mulai awal pembentukan 2010-2011 rata-rata di sekitar sini dengan Balkondes yang di-backup BUMN akhirnya di beberapa desa yang menyelenggarakan wisata di sekitar Borobudur ini bisa tumbuh," katanya.

Ia menuturkan, ini menjadi contoh yang kemudian juga melihat ke desa wisata rintisan yang masih meraba-raba, masih mencoba-coba.

"Nah itu yang kita kombinasi. Karena kita ada klasifikasi desa wisata dari rintisan sampai mandiri. Artinya untuk desa-desa yang masih rintisan mungkin butuh apa dan sebagainya. Ini salah satu role modelnya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

LPS Jalin Kerjasama Dengan Kerjaksaan Agung

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
LPS Jalin Kerjasama Dengan ...
Luar Negeri
JD Vance: Kekuatan Militer ...
Nasional
Desa Ekspor Jadi Solusi Don...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.