Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi 2026 Disetel Kencang, Prabowo Bidik Target Pertumbuhan di 5,4 Persen

📅 Jumat, 15 Agu 2025, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi 2026 Disetel Kencang, Prabowo Bidik Target Pertumbuhan di 5,4 Persen Doc: Antara
Ket. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangannya saat Sidang Paripurna DPR di Jakarta, Jumat (15/8).

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menetapkan target ambisius bagi perekonomian nasional pada tahun 2026, yakni tumbuh sebesar 5,4 persen atau bahkan melampaui angka tersebut. 

Sasaran ini diiringi dengan komitmen menjaga stabilitas harga melalui pengendalian inflasi di kisaran 2,5 persen, mencerminkan keseimbangan antara percepatan pertumbuhan dan ketahanan ekonomi.

Pendekatan ini mengisyaratkan keyakinan pemerintah terhadap potensi daya dorong investasi, ekspansi sektor produktif, serta efektivitas kebijakan fiskal dan moneter yang selaras. 

Dengan menjaga inflasi tetap rendah, daya beli masyarakat diharapkan terpelihara, sementara pertumbuhan yang lebih tinggi memberi ruang bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan nasional.

Jika target tersebut tercapai, Indonesia tidak hanya akan memperkuat fondasi ekonominya, tetapi juga meningkatkan daya saing di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.

Presiden optimistis dengan pengelolaan fiskal yang sehat, disertai efektivitas transformasi ekonomi, maka target pertumbuhan ekonomi tersebut akan tercapai.

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2026 ditargetkan mencapai 5,4 persen atau lebih, inflasi terkendali di level 2,5 persen," ujar Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).

Selain itu, Prabowo juga menargetkan suku bunga berada pada kisaran 6,9 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar sebesar Rp16.500 per dolar AS.

Prabowo juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka pada 2026 turun ke tingkat 4,44 persen hingga 4,96 persen. Sementara, angka kemiskinan diturunkan ke 6,5 persen hingga 7,5 persen.

Rasio gini ditargetkan turun ke tingkat 0,377 sampai 0,38. Indeks modal manusia ditargetkan 0,57.

Selain itu, indeks kesejahteraan petani dan penciptaan lapangan kerja formal ditargetkan meningkat.

Adapun pada RAPBN 2026, pemerintah mengalokasikan belanja negara sebesar Rp3.786,5 triliun.

Pendapatan negara 2026 ditargetkan Rp3.147,7 triliun, dan defisit anggaran pendapatan belanja negara (APBN) sebesar Rp638,8 triliun atau 2,48 persen produk domestik bruto (PDB).

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan harapannya agar pada 2027 atau 2028, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia dapat mencapai kondisi tanpa defisit sama sekali. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.