Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPOM Hapus 1.414 Proposal Program MBG, Prioritaskan Mitra yang Serius

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 18:00 WIB | Oleh:
BPOM Hapus 1.414 Proposal Program MBG, Prioritaskan Mitra yang Serius Doc: Istimewa

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencoret sebanyak 1.414 proposal unit layanan makanan bergizi untuk Program Makanan Bergizi Gratis (PMB). Keputusan itu diambil karena proposal-proposal tersebut tidak menunjukkan perkembangan selama lebih dari 45 hari.

Langkah tegas ini menjadi bagian dari evaluasi besar terhadap ribuan calon penyedia makanan bergizi di berbagai wilayah Indonesia. BPOM menilai ketepatan waktu dan keseriusan pengajuan menjadi indikator penting dalam menentukan mitra yang layak.

Wakil Ketua BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa keputusan penghapusan dilakukan demi efisiensi dan memberi peluang bagi pihak yang benar-benar berkomitmen mendukung program nasional tersebut.

"Proposal yang tidak menunjukkan kemajuan dalam jangka waktu yang lama akan menghambat calon mitra lain yang serius membangun unit layanan makanan bergizi untuk mendukung program MBG. Oleh karena itu, kami telah menghapusnya dari sistem," ujar Sony dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu (19/8).

Menurutnya, portal mitra BGN untuk unit layanan makanan bergizi saat ini ditutup sementara. Penutupan itu dilakukan karena lembaga tengah melakukan analisis dan evaluasi administratif secara menyeluruh terhadap seluruh proposal yang telah masuk.

Sony menjelaskan, proses menjadi mitra dalam program MBG dibagi menjadi dua tahap utama, yakni verifikasi aplikasi dan persiapan konstruksi. Mitra baru yang lolos tahap verifikasi diperbolehkan memulai pembangunan atau renovasi fasilitas dapur penyedia makanan bergizi.

"Mitra yang belum lolos tahap verifikasi tidak diperkenankan memulai pembangunan atau renovasi sebelum mendapat persetujuan resmi dari BGN," tegasnya.

Ia menambahkan, langkah pengetatan proses seleksi dilakukan agar seluruh unit layanan makanan bergizi yang beroperasi nantinya benar-benar memenuhi standar keamanan pangan, sanitasi, serta tata kelola distribusi yang baik. BPOM ingin memastikan setiap unit yang lolos memiliki kualitas layanan sesuai standar nasional.

Sony juga memastikan bahwa pendaftaran mitra baru akan dibuka kembali secara bertahap setelah proses evaluasi selesai dilakukan. Prioritas pendaftaran akan diberikan kepada kecamatan atau wilayah yang masih kekurangan unit layanan makanan bergizi aktif.

“Tujuan utama kami adalah memastikan setiap unit yang beroperasi benar-benar mampu melayani masyarakat secara optimal dan memenuhi kebutuhan gizi di wilayahnya,” jelasnya.

Program Makanan Bergizi Gratis sendiri menyasar kelompok rentan seperti balita, ibu hamil dan menyusui, serta siswa di sekolah-sekolah penerima manfaat. Pemerintah menargetkan program ini menjadi fondasi dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan ketahanan gizi nasional.

"Kami ingin memastikan bahwa keberadaan unit layanan makanan bergizi secara efektif memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, alih-alih hanya memenuhi persyaratan administratif," pungkas Sony.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Gempa Venezuela: Peru Putus...
  • Kabar Baik! Pemerintah Pertahankan Bunga KUR 6 Persen, UMKM Dapat Angin Segar
    Preview komentar:
    Thank you for sharing this informative article. Thank ...
  • Wajib Tahu, Ini 3 Dampak Negatif Penyebaran Hoaks Selama Pemilu
    Preview komentar:
    Thank you for sharing this informative article. Thank ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
Awas! Modus Baru Judol Lewat Komentar Medsos, Tunggangi Piala Dunia 2026, Ini Temuan Kemkomdigi

Awas! Modus Baru Judol Lewat Komentar Medsos, Tunggangi Piala Dunia 2026, Ini Temuan Kemkomdigi

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.