Kenali Fungsi Speed Table, Bukan Sekadar Polisi Tidur Biasa di Jalan Raya
📅 Jumat, 17 Okt 2025, 15:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pexels
JAKARTA – Belakangan, pembangunan speed table di berbagai titik di Jakarta menarik perhatian publik. Salah satunya di kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, yang sedang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta sebagai bagian dari program complete street atau penataan jalan ramah bagi semua pengguna.
Speed table kerap disamakan dengan polisi tidur, padahal memiliki fungsi dan desain yang berbeda. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 82 Tahun 2018, speed table merupakan pembatas kecepatan kendaraan yang juga difungsikan sebagai penyeberangan aman bagi pejalan kaki.
Berbeda dengan speed bump yang cenderung pendek dan curam, speed table memiliki permukaan datar dan lebih lebar. Bentuk ini memungkinkan kendaraan melintas dengan kecepatan rendah tanpa hentakan tajam, sekaligus memberi ruang aman bagi orang menyeberang.
Spesifikasi teknis speed table pun diatur secara ketat. Ketinggiannya sekitar 8–9 sentimeter, lebar bagian atas 660 sentimeter, dengan kemiringan maksimal 15 persen di setiap sisi. Biasanya, bahan yang digunakan adalah beton mutu K-300, sehingga kokoh menahan beban kendaraan berat.
Agar mudah dikenali pengendara, speed table dicat dengan kombinasi warna kuning dan hitam, masing-masing selebar 20 dan 30 sentimeter. Warna kontras ini penting untuk meningkatkan visibilitas, terutama pada malam hari atau saat cuaca hujan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kasudin Bina Marga Jakarta Selatan Rifki Rismal menjelaskan, desain speed table juga memperhatikan aspek aksesibilitas bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas dan pejalan kaki lanjut usia.
“Fasilitas ini memiliki elevasi sejajar dengan trotoar sehingga ramah bagi pengguna kursi roda dan pejalan kaki lanjut usia,” ujar Rifki, Kamis (16/10/2025).
Selain berfungsi memperlambat kendaraan, kehadiran speed table juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman, nyaman, dan inklusif. Konsep ini sejalan dengan gagasan complete street, yang menata ruang jalan agar dapat digunakan bersama oleh pengendara, pesepeda, dan pejalan kaki secara seimbang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keberadaan speed table terbukti efektif di kawasan padat aktivitas, seperti area sekolah, rumah sakit, dan perkantoran. Dengan elevasi yang sejajar trotoar, fasilitas ini membantu pejalan kaki menyeberang tanpa risiko tergelincir atau terperosok.
Beberapa pengendara sempat menilai pembangunan speed table menambah kemacetan, terutama di jam sibuk. Namun, banyak juga yang menganggap keberadaannya justru meningkatkan keselamatan di jalan raya.
Melalui pembangunan speed table di berbagai titik, Pemprov DKI berharap Jakarta bisa menjadi contoh penerapan infrastruktur jalan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga manusiawi. Dengan desain yang tepat, speed table bukan sekadar pembatas kecepatan, melainkan simbol komitmen kota terhadap keselamatan dan inklusivitas pengguna jalan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!