Tangerang Diingatkan untuk Mempercepat Mengatasi Sampah
📅 Rabu, 01 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim PenulisTANGERANG - Di mana-mana kini sampah menjadi masalah krusial yang sulit dipecahkan. Hal ini juga terjadi di Kota Tangerang yang dinilai masih lamban mengatasi sampah, termasuk melalui pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).Tiap hari Kota Tangerang menghasilkan sampah hampir 2.000 ton. Sedangkan pengolahan baru 1.300 ton sehari.
“Meski berpotensi besar sebagai co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan industri semen, evaluasi KLH mencatat, volume sampah terkelola Kota Tangerang masih perlu digenjot,” ujar Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH Ary Sudijanto, Selasa.
Komitmen penuh sebagai kota penyangga ibu kota sangat dinantikan untuk memaksimalkan potensi ini karena jumlah yang terkelola masih rendah. “RDF ini merupakan metode yang baik selama memang ada off-taker yang berada di lokasi tempat menghasilkan sampah. Tangerang memunyai kesempatan untuk itu karena di dekatnya memang ada beberapa pabrik semen,” ujar Ary.
Pernyataan Ary Sudijanto disampaikan dalam acara Forum Lingkungan Hidup yang digelar sebagai rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-18 di Kota Medan, Selasa. DLH Kota Tangerang dipercaya menjadi salah satu narasumber utama untuk memaparkan keberhasilan penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau RDF.
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan Forum APEKSI merupakan momentum tepat untuk saling berbagi informasi dan mentransfer pengalaman, terutama dalam mendorong gerakan pengurangan sampah yang lebih masif di Indonesia. Ia mengapresiasi yang diberikan oleh kota-kota lain, termasuk rencana DLH Surabaya yang menyatakan kesediaannya untuk melakukan studi komparasi langsung ke Kota Tangerang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“DLH Kota Tangerang menjadi salah satu narasumber di Forum Lingkungan Hidup APEKSI ke-18. Kami diberikan kepercayaan untuk memaparkan bagaimana Kota Tangerang hari ini dengan teknologi RDF-nya ikut mereduksi sampah yang ada,” ucap Wawan.
Kebakaran
Sementara itu,Sedikitnya 30 personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) unit pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Tangerang, Banten, dikerahkan untuk menangani kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk kemarin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Ruslan mengatakan api membakar tumpukan sampah mulai pukul 11:00. Untuk percepatan penanganan BPBD Kabupaten Tangerang juga mengerahkan enam armada damkar.
Kobaran api yang cukup besar di area gunungan sampah TPA Jatiwaringin menyulitkan petugas. Penyebab kebakaran maupun besaran kerugian akibat peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan. Luasan kebakaran mencapai lebih dari dua hektare.
Awal kebakaran diduga dari sebelah utara lokasi penimbunan sampah tersebut. Kebakaran diperparah karena cuaca ekstrem dengan suhu panas dari matahari. Ada juga angin kencang yang memicu rambatan api lebih luas. “Hembusan angin sangat kencang, sehingga menyulitkan pengatasan kebakaran,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!