Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Digitalisasi Bansos Diterapkan Nasional Mulai Oktober

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Digitalisasi Bansos Diterapkan Nasional Mulai Oktober Doc: Antara
Ket. Rapat Percepatan Digitalisasi Bansos yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Selasa (30/6/2026).

JAKARTA - Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan program digitalisasi bantuan sosial (bansos) mulai diterapkan secara nasional pada Oktober 2026 setelah proyek percontohan di 43 kabupaten/kota selesai dan dievaluasi.

“Setelah kami evaluasi dengan cepat, kami akan laporkan kepada Bapak Presiden apakah siap di-rollout (diterapkan) pada Oktober atau November tahun ini,” kata Luhut saat memimpin Rapat Percepatan Digitalisasi Bansos di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (30/6).

Menurut Luhut, keberhasilan proyek percontohan di 43 kabupaten/kota akan menjadi dasar penentuan kesiapan penerapan sistem digitalisasi bansos secara nasional.

Karena itu, ia meminta seluruh kepala daerah yang terlibat dalam program percontohan segera menuntaskan implementasi digitalisasi bansos paling lambat akhir Agustus 2026. “Sekali lagi, 43 kabupaten/kota ini saya berharap, paling lambat akhir Agustus semua sudah bisa selesai sehingga kita bisa membantu percepatan untuk rollout secara nasional,” jelasnya.

Luhut menjelaskan digitalisasi bansos merupakan bagian dari pengembangan teknologi pemerintahan (Government Technology/GovTech) yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial.

Ia juga meminta pemerintah daerah mendorong registrasi masyarakat melalui portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) dengan target sedikitnya 60 hingga 70 persen penduduk di masing-masing wilayah selama masa uji coba berlangsung.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menyatakan proyek percontohan digitalisasi bansos di 43 kabupaten/kota akan menjadi fondasi penyusunan peta jalan (roadmap) GovTech Indonesia.

Implementasi GovTech sebelumnya telah diuji coba di Banyuwangi dan menunjukkan hasil yang positif sehingga model tersebut kini diperluas ke berbagai daerah dengan target penerapan di seluruh Indonesia.

Hemat Rp1.500 Triliun

Luhut mengatakan transformasi digital pemerintahan (government technology/GovTech) berpotensi menghemat anggaran negara lebih dari 1.500 triliun rupiah.

“Kami sudah lapor ke Presiden, kita bisa menghemat lebih dari Rp1.500 triliun. Angka yang sangat besar. Hitungan-hitungannya sudah ada, sudah kami laporkan ke Presiden, dan ini betul-betul angka yang realistis,” kata Luhut.

Menurut Luhut, potensi penghematan diperoleh melalui integrasi layanan pemerintah, penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, serta peningkatan efisiensi tata kelola pemerintahan. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
Mino WINNER Kembali Jalani ...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.