NBA Kembali Menyapa Tiongkok: Antara Bisnis, Politik, dan Garis Tipis Diplomasi
📅 Senin, 13 Okt 2025, 08:51 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNamun, di balik strategi dagang dan promosi budaya itu, muncul peringatan serius dari para pengamat geopolitik. Victor Cha, analis dari Center for Strategic and International Studies, menilai Tiongkok masih memegang “kekuatan tertinggi” terhadap NBA, yakni kemampuannya menggunakan pasar besar untuk memaksa perusahaan beradaptasi atau bahkan menyensor diri sendiri.
Seorang pemasar olahraga di Tiongkok yang enggan disebutkan namanya menyebut pengalaman tahun 2019 menjadi pelajaran pahit.
“Cuitan Daryl Morey butuh waktu kurang dari lima menit untuk memicu kemarahan publik. Dengan begitu banyak pihak yang terkait NBA, mustahil kejadian seperti itu tak terulang,” katanya. “Kita tahu betapa cepatnya situasi bisa berputar arah. Ini bukan soal satu pemain NBA saja, tapi siapa pun yang membawa nama liga.”
Dalam salah satu acara di Macau, Presiden dan COO Las Vegas Sands, Patrick Dumont, bahkan sempat mencoba teknologi AI milik Alibaba yang diklaim mampu menerjemahkan komentar pertandingan NBA secara real-time antara bahasa Inggris dan Mandarin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat Dumont bertanya apakah ia boleh berbicara bebas tanpa mengikuti teks di layar, pemandunya tersenyum dan menjawab diplomatis: “Secara teknis, Anda boleh mengatakan apa saja, tapi yang di layar ini... paling aman.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!