Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Apresiasi Program Pengendalian Banjir di Jakarta

📅 Sabtu, 11 Okt 2025, 16:40 WIB | Oleh:
DPRD DKI Apresiasi Program Pengendalian Banjir di Jakarta Doc: Mochamad Tresna Suheryanto

JAKARTA - Aggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi, menilai, program pengendalian banjir yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejauh ini telah berjalan baik dan menunjukkan hasil yang signifikan.

“Program-program yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) secara perencanaan itu sudah sangat bagus. Tinggal bagaimana implementasinya di lapangan,” ujar Ghozi, Sabtu (11/10).

Ia menjelaskan, perencanaan pengendalian banjir oleh Pemprov DKI Jakarta telah disusun secara terukur dan berjangka panjang. Dinas SDA, kata Ghozi, menargetkan wilayah utara Jakarta bebas banjir pada tahun 2030, dan Jakarta secara keseluruhan bebas banjir pada 2045.

“Rencana itu terukur, bahkan secara fiskal juga dihitung. Setidaknya sekitar Rp6 triliun per tahun harus dialokasikan agar target Jakarta bebas banjir bisa tercapai,” tutur dia.

Lebih lanjut, Ghozi menuturkan bahwa pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur besar seperti waduk dan rumah pompa, tetapi juga pada perbaikan saluran mikro di kawasan permukiman.

Ia pun menekankan pentingnya pengawasan DPRD untuk memastikan setiap proyek berjalan sesuai rencana.

“Memang masih ada beberapa pekerjaan yang perlu dimonitor, terutama di wilayah timur. Tapi berkat kerja sama dan pengawasan, persoalan itu bisa segera diselesaikan,” ucap dia.

Selain itu, Ghozi mengapresiasi kerja cepat pasukan biru Dinas SDA yang selalu sigap menangani genangan saat hujan deras melanda ibu kota.

“Saya salut, mereka sigap turun ke lapangan tanpa mengenal jam kerja. Karena itu, kesejahteraan dan perlindungan bagi pasukan biru juga perlu ditingkatkan,” tegas dia.

Menurut Ghozi, curah hujan di Jakarta saat ini cenderung ekstrem dan sulit diprediksi. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya rekayasa pengendalian banjir seperti pembangunan waduk, rumah pompa, dan normalisasi sungai.

“Normalisasi Ciliwung yang saat ini menjadi proyek strategis nasional juga sangat penting. Termasuk antisipasi banjir rob di wilayah utara dengan pembangunan tanggul dan sistem polder,” ungkap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.