Sekjen PBB Apresiasi Gencatan Senjata, Kesepakatan Pembebasan Sandera dan Tahanan di Gaza
📅 Kamis, 09 Okt 2025, 10:39 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: un.org
WASHINGTON - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu (8/10) menyambut baik pengumuman gencatan senjata dan perjanjian pembebasan sandera untuk mengatasi konflik di Jalur Gaza.
"Saya menyambut baik pengumuman perjanjian untuk mengamankan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza, berdasarkan usulan yang diajukan oleh @POTUS," ujar Guterres melalui akun resmi di X.
POTUS merupakan singkatan dari President of The United States atau Presiden Amerika Serikat, yang saat ini dijabat Donald Trump.
Pernyataan Guterres itu muncul tepat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan kelompok pejuang Palestina, Hamas, telah menandatangani tahap pertama dari kesepakatan Gaza yang diusulkan AS.
"Saya mengapresiasi upaya diplomatik Amerika Serikat, Qatar, Mesir, dan Turki dalam menengahi terobosan yang sangat dibutuhkan ini," kata Sekjen PBB.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya mendesak semua pihak terkait untuk sepenuhnya mematuhi ketentuan perjanjian," ujar Guterres menambahkan.
Israel dan Hamas pada hari Kamis (9/10) menyetujui kesepakatan gencatan senjata Gaza yang dapat membebaskan sandera yang masih hidup dalam beberapa hari, dalam sebuah langkah besar menuju diakhirinya perang yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menimbulkan krisis kemanusiaan.
Perjanjian tersebut, yang akan ditandatangani pada hari Kamis, juga menyerukan Israel untuk membebaskan ratusan tahanan Palestina serta mendorong lonjakan bantuan ke Gaza setelah lebih dari dua tahun perang yang dimulai oleh serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada bulan Oktober 2023 terhadap Israel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kelompok militan Palestina Hamas akan membebaskan semua sandera sementara Israel akan menarik pasukannya kembali ke garis yang disepakati, Presiden AS Donald Trump mengatakan setelah pembicaraan di Mesir mengenai rencana perdamaian 20 poinnya menghasilkan kesepakatan.
Sebuah sumber di dalam Hamas mengatakan kepada AFP bahwa kelompok itu akan menukar 20 sandera hidup sekaligus dengan hampir 2.000 tahanan Palestina sebagai bagian dari tahap pertama kesepakatan, dengan pertukaran akan terjadi dalam waktu 72 jam sejak pelaksanaannya.
Trump mengatakan ia yakin semua sandera akan "kembali pada hari Senin", dan menambahkan bahwa Washington akan memainkan peran dalam membantu membangun kembali Gaza yang dilanda perang serta menjaganya tetap aman dan damai.
"Sejujurnya, ketika saya mendengar berita itu, saya tak kuasa menahannya. Air mata kebahagiaan mengalir deras. Dua tahun pengeboman, teror, kehancuran, kehilangan, penghinaan, dan perasaan terus-menerus bahwa kami bisa mati kapan saja," ujar Samer Joudeh, seorang pengungsi Gaza, kepada AFP.
"Sekarang, kami akhirnya merasa seperti mendapatkan waktu istirahat," tambahnya.
Qatar mengatakan kesepakatan itu merupakan "tahap pertama dari perjanjian gencatan senjata Gaza, yang akan berujung pada berakhirnya perang, pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina, serta masuknya bantuan".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!