Caruban Nagari Hadir di Museum Tekstil
📅 Senin, 10 Agu 2026, 12:06 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA - Dalam pameran wastra bersejarah bertema "Menjaga Warisan untuk Masa Depan" di museum Tekstil hadir umbul-umbul Caruban Nagari. Ini adalah Bendera Kesultanan Cirebon yang menjadi saksi bisu perjuangan melawan penjajah di Sunda Kelapa. Museum tekstil bekerja sama Himpunan Wastraprema (HWP) dalam menghadirkan umbul-umbul Caruban Nagari ini.
Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Sri Kusumawati dalam siniar yang disiarkan Dinas Kebudayaan, Senin, mengatakan bendera tersebut dibuat pada tahun 1776 dan versi asli bendera itu pernah dibawa Fatahillah ketika menyerang Portugis di Sunda Kelapa pada tahun 1527.
"Benderanya dibuat dengan teknik batik tulis. Kemudian, motifnya menggunakan kaligrafi Islam. Jadi maknanya sungguh luar biasa," kata dia dalam siniar yang disiarkan Dinas Kebudayaan DKI, Senin.
Bendera itu memuat kalimat Basmallah, syahadat, ayat dari Surat Al-Ikhlas, Al-An'am (ayat 103), serta Ash-Shaff (ayat 13) yang bermakna pertolongan dan kemenangan yang dekat.
Selain itu, adapula simbol macan Ali dan pedang Zulfiqar. Dalam tradisi Jawa-Sunda kuno, macan merupakan lambang keberanian, kewibawaan, dan penjaga hutan. Simbol ini berpadu dengan pengaruh Persia yang menjuluki Ali bin Abi Thalib sebagai Singa Tuhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sri mengatakan, bendera yang dibawa Fatahillah dibuat replikanya oleh Keraton Cirebon pada tahun 1776. Setelahnya, Museum Tekstil membuat replika bendera tersebut tahun 2010.
"Aslinya masih ada di Museum Tekstil, kami simpan di storage karena sudah sangat tua. Tidak mungkin lagi kami pamerkan. Pada tahun 2010 Museum Tekstil membuat replika. Duplikatnya yang dipakai untuk dipamerkan di beberapa kesempatan," kata dia.
Menurut Sri, ini menjadi salah satu peninggalan sejarah yang menjadi sorotan dalam pameran yang juga diadakan untuk memperingati 50 tahun Museum Tekstil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun Bendera Cirebon pernah diabadikan dalam seri prangko "Sekilah Sejarah Kota Jakarta" pada tahun 2008. Prangko bernilai kapur Rp10 ribu tersebut menampilkan kibaran bendera yang bersanding dengan Fatahillah, bersama siluet pasukan berkudanya.
Sementara itu pameran "Menjaga Warisan untuk Masa Depan" berlangsung pada 24 Juni-30 Agustus 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!