Program Makan Bergizi Gratis Terus Dibenahi, Pemerintah Fokus ke Keamanan Siswa
📅 Selasa, 07 Okt 2025, 17:38 WIB | Oleh: Yebdi TrismarSementara itu, sesuai catatan Badan Gizi Nasional (BGN), per 30 September 2025, sudah ada 198 SPPG yang telah memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
Pengeluaran sertifikat dan pemberian dorongan kepada seluruh SPPG untuk segera mendapatkan SLHS merupakan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan kualitas MBG. SLHS merupakan salah satu persyaratan wajib yang ditetapkan oleh BGN untuk memastikan standar jaminan kesehatan dan kebersihan dari makanan yang diproses di MBG.
Karena itu, SPPG yang belum memiliki SLHS, diharapkan segera mengurus ke BGN, sehingga praktik program MBG ini merata, tidak hanya dari penyebaran makanan, melainkan juga kualitas makanan yang secara keamanan terjamin.
Pengolahan sampah
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal yang selama ini mungkin cenderung luput dari perhatian terkait program MBG ini adalah penanganan sampah, terutama dari sisa sayuran maupun lauk, termasuk sisa makanan yang tidak habis dimakan oleh siswa.
Masalah sampah ini, di SPPG Cinere juga tertangani secara baik, dengan memisahkan sampah organik dari sampah non-organik. Sampah-sampah organik itu diolah untuk menjadi makanan maggot, sedangkan limbah cair dikelola menggunakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Dengan memanfaatkan IPAL tersebut, maka tidak ada limbah yang mencemari lingkungan.
Di tempat lain, jauh dari Cinere, yakni di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ada dua pemuda, yakni Asriafi Ath Thoriq dan Dzaki Fahruddin yang memanfaatkan limbah sisa bahan makanan di SPPG diolah menjadi eco enzyme.
Sebaiknya Anda baca juga:
Enzim yang ramah lingkungan itu bisa digunakan untuk sabun pembersih, pupuk cair, hingga untuk pakan maggot. Limbah makanan yang biasanya dibuang, diolah oleh dua pemuda di kabupaten penghasil pisang itu untuk berbagai keperluan yang sangat ramah lingkungan, termasuk dari aspek ekonomi menjadi sumber penghasilan baru.
Pengelolaan SPPG di Cinere dan Lumajang ini tentu layak menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain dalam menangani program MBG dari hulu hingga hilir yang dipersiapkan dengan sangat baik. Di pihak lain, evaluasi-evaluasi terhadap pelaksana pengadaan makanan program MBG tetap harus dilaksanakan, sehingga semua pihak yang terlibat terus berbenah dan memperbaiki pelayanan dalam upaya pemerintah menyiapkan generasi emas berkualitas.
MBG langkah nyata pemerintah demi penguatan gizi anak
Anggota Komisi IX DPR RI Eko Kurnia Ningsih menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan penguatan gizi.
"Program ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi bagian dari upaya membangun generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif," katanya di Bengkulu, Selasa.
Menurut dia, semua pihak mulai dari pemerintah hingga masyarakat sebagai penerima manfaat tentunya menginginkan generasi muda tumbuh dengan gizi seimbang.
"Kita ingin anak-anak Bengkulu tumbuh dengan gizi seimbang agar memiliki masa depan yang lebih baik," kata dia usai memberikan sosialisasi program MBG di Bengkulu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!