Otorita Berupaya Hadirkan Ekosistem Energi di IKN
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 03:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
PENAJAM PASER UTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) berupaya menghadirkan ekosistem energi di ibu kota negara baru Indonesia yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
“Pembangunan IKN tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik saja,” ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono di Sepaku, Penajam Paser Utara, Minggu (1/3). Tetapi, katanya, juga pada keberlanjutan ekosistem energi dan kemudahan berusaha yang kompetitif.
Otorita IKN mengambil langkah strategis memperkuat kerja sama dengan pelaku usaha sektor energi, salah satunya PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), serta mengunjungi PHM Lapangan Handil Central Processing Area (HCA).
Kemudian, PHM Senipah, Peciko, & South Mahakam (SPS) yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang masuk kawasan IKN.
“Sinergi antar-instansi dan perizinan dalam mendukung operasional sektor usaha di IKN sangat penting,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Otorita IKN memastikan dukungan perizinan kegiatan yang dilaksanakan PT PHM, sehingga kolaborasi bakal semakin lebih baik, serta memudahkan perusahaan dalam melakukan operasi dan produksi ke depannya.
Otorita IKN dan PT PHM juga membahas berbagai peluang kerja sama dan kolaborasi pembangunan IKN, serta Superhub Ekonomi Nusantara (SEN).
Pembahasan mencakup program unggulan setiap instansi serta potensi kolaborasi dalam sektor lingkungan dan penguatan langkah diversifikasi sektor ekonomi di IKN.
Sebaiknya Anda baca juga:
General Manager PT PHM, Setyo Sapto Edi mengatakan Otorita IKN mendukung kelancaran operasional perusahaan, sehingga perusahaan bisa menjalankan operasional dengan optimal ke depannya. Kemudahan, perizinan yang kini terpusat di IKN menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kegiatan operasional perusahaan, PT PHM terus mendukung kemandirian energi untuk memajukan ibu kota negara baru Indonesia.
Diketahui, investasi swasta masuk ke IKN tercatat lebih kurang 72 triliun rupiah hingga awal 2026. “Perkembangan investasi di IKN terus menunjukkan tren positif,” ujar Basuki Hadimuljono.
Investasi yang baru ditandatangani pada tahun ini, pembangunan fasilitas komersial dan layanan publik mencakup pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, hingga fasilitas olahraga yang tersebar di wilayah pengembangan (WP) 1A dan 1C.
Pembangunan tersebut dikerjakan PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, serta PT Borneo Berkah Abadi yang diikat dengan perjanjian kerja sama (PKS), guna mendorong berbagai investasi masuk ke IKN sekaligus menghadirkan fasilitas penunjang bagi masyarakat di kawasan ibu kota negara baru Indonesia itu.
Seluruh proyek yang dikerjakan ketiga perusahaan tersebut di WP 1A dan 1C mendukung kebutuhan harian penghuni kawasan, jelas dia, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang berada di IKN. Tercatat hingga awal 2026 sebanyak 57 perusahaan telah komitmen investasi di ibu kota negara baru Indonesia, lanjut dia, dengan nilai investasi swasta murni mencapai sekitar 72 triliun rupiah.
Pembangunan IKN semakin meningkat dari aspek kepercayaan masyarakat termasuk bidang usaha, serta Otorita IKN memastikan kemudahan proses perizinan dan pendampingan investor, sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih cepat dan tepat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!