Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasca Tragedi Ponpes Ambruk, Pemerintah Cek Kelayakan Bangunan Ponpes Tua dan Lapuk

📅 Selasa, 07 Okt 2025, 14:10 WIB | Oleh:
Pasca Tragedi Ponpes Ambruk, Pemerintah Cek Kelayakan Bangunan Ponpes Tua dan Lapuk Doc: Kemenko PM
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (kiri) konferensi pers usai menggelar pertemuan dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar memprioritaskan pengecekan kondisi bangunan pesantren-pesantren yang sudah sangat tua dan rawan lapuk, menyusul tragedi ambruknya mushala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.

"Saya dengan Pak Menteri Agama dan juga berbagai kementerian akan terus melakukan kerja-kerja bersama mengatasi berbagai hal menyangkut penyelamatan pesantren dengan usia sangat tua di atas 100 tahun dan bangunan-bangunan yang rawan," kata Menko Muhaimin Iskandar di Jakarta, Selasa, usai menggelar pertemuan dengan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

Pengecekan ini merupakan langkah awal untuk mengaudit dan merehabilitasi bangunan pesantren yang sudah sangat tua dan rawan lapuk.

Menko Muhaimin Iskandar menjelaskan tujuan utama langkah tersebut untuk memastikan keselamatan para santri.

Upaya ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang tidak ingin kembali ada korban jiwa akibat robohnya gedung pondok pesantren.

Menko Muhaimin Iskandar menambahkan seluruh mekanisme sedang disiapkan untuk memastikan bangunan pesantren memenuhi standar kelayakan.

"Kita akan evaluasi dan akan kita mulai dari pesantren yang paling tua dan yang paling rawan. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Menko Muhaimin Iskandar.

Sebelumnya, bangunan mushala di lantai tiga Ponpes Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9) di tengah renovasi. Saat kejadian ratusan santri sedang melaksanakan shalat berjamaah dan terjebak di bawah puing-puing.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh jenazah korban reruntuhan telah ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan mengatakan total ada sebanyak 63 jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Peluang Melemah Terbuka - 1...
Olahraga
MU Tersingkir dari Piala Li...

Pementasan King Lear di Jakarta

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pementasan King Lear di Jak...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.