Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petugas Kesehatan dan Polisi Pastikan Pekerja Dapur MBG Negatif TBC

📅 Senin, 06 Okt 2025, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petugas Kesehatan dan Polisi Pastikan Pekerja Dapur MBG Negatif TBC Doc: Antara
Ket. Petugas kesehatan dari Polres Lampung Selatan dan Puskesmas Candipuro saat melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pekerja dapur MBG di Desa Rawa Selapan Senin (6/10).

Lampung Selatan - Petugas kesehatan dan polisi menggelar pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi pekerja dapur Makan Gizi Gratis (MBG), di Desa Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, guna memastikan terbebas dari penyakit tuberkulosis (TBC).

Kepala UPT Puskesmas Candipuro, Yeni Marina, di Lampung Selatan Senin (6/10) mengatakan, langkah serius ini diambil dengan perhatian khusus terhadap potensi penyebaran TBC di sektor pengolahan makanan publik.

“Kami mengambil sampel pekerja penjamah pangan dan melakukan tes Hepatitis, HIV, Sifilis, serta TBC. Syukurlah semua hasilnya negatif," katanya.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan terhadap orang pekerja penjamah pangan dan pengawasan sanitasi dapur MBG tersebut sangat penting dilakukan untuk memastikan kesehatan makanan yang akan dikonsumsi oleh anak-anak bebas dari penyakit menular.

"Hasil negatif terhadap TBC menjadi indikator bahwa praktek kebersihan dan standar keamanan pangan di dapur MBG telah dijalankan dengan baik selama ini," ucapnya.

Selain pemeriksaan medis, kata dia tim gabungan memantau secara ketat proses pengolahan pangan dari mulai mencuci bahan, memasak, pengemasan, hingga distribusi.

Tidak hanya itu, dirinya menerangkan pihaknya juga melakukan edukasi kepada para penjamah pangan tentang pentingnya kebersihan diri.

Sementara itu, Kabag SDM Polres Lampung Selatan Kompol Agus Priyono menyatakan bahwa pemeriksaan kesehatan ini merupakan bentuk pembinaan serius dan tanggung jawab sosial Polri terhadap kesehatan makanan yang akan dikonsumsi publik.

Ia juga menekankan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, melainkan juga pelindung kesehatan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap penjamah dan pengantar makanan dapat bekerja tanpa membahayakan orang lain. Dengan menjaga standar dan disiplin, kita bisa cegah risiko penyakit, terutama TBC,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.