Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

3 Negara Bagian di India Larang Obat Batuk Sirup terkait Kasus Kematian Anak-anak

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 12:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
3 Negara Bagian di India Larang Obat Batuk Sirup terkait Kasus Kematian Anak-anak Doc: Dimapur Today
Ket. Tiga negara bagian di India melarang obat batuk yang diduga menjadi penyebab beberapa anak meninggal setelah mengonsumsi produk tersebut

NEW DELHI - Setidaknya tiga negara bagian di India melarang obat batuk yang diduga menjadi penyebab beberapa anak meninggal setelah mengonsumsi produk tersebut, kata otoritas setempat dan laporan.

Sedikitnya sembilan anak meninggal, semuanya berusia di bawah lima tahun, sejak akhir Agustus, di negara bagian Madhya Pradesh dan Rajasthan, dikaitkan dengan obat batuk yang diresepkan kepada mereka. 

Kementerian Kesehatan India pada hari Sabtu (4/10) mengatakan tes laboratorium terhadap sampel sirup yang dikonsumsi anak-anak itu mengungkapkan bahwa sirup tersebut terkontaminasi dengan dietilen glikol (DEG), zat beracun yang digunakan dalam pelarut industri yang dapat berakibat fatal jika tertelan, bahkan dalam jumlah kecil.

"Sampel-sampel tersebut ditemukan mengandung DEG melebihi batas yang diizinkan," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Produk yang dijual dengan merek dagang Coldrif Cough Syrup diproduksi oleh Sresan Pharma di sebuah unit di negara bagian selatan Tamil Nadu.

"Penjualan sirup ini telah dilarang di seluruh Madhya Pradesh," kata Mohan Yadav, kepala menteri negara bagian Madhya Pradesh, tempat sebagian besar kematian dilaporkan. 

Penjualan produk lain dari perusahaan yang memproduksi sirup tersebut juga dilarang.

Pihak berwenang di negara bagian Tamil Nadu dan Kerala juga telah melarang produk tersebut, kata laporan media lokal.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sirup obat batuk yang diproduksi di India telah menjadi sorotan global dalam beberapa tahun terakhir dengan kematian terkait yang dilaporkan dari seluruh dunia, termasuk kematian lebih dari 70 anak di Gambia pada tahun 2022.  

Indonesia juga melarang bahan-bahan yang terkait dengan kematian kematian 70 anak di Gambia akibat sirup obat batuk di India sementara menyelidiki kerusakan ginjal akut yang telah menewaskan lebih dari 20 anak di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
BPOM Bersama Universitas Ha...
Luar Negeri
Sejumlah Warga Terluka dala...
Megapolitan
CFD Rasuna Said Jadi Venue ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.