Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Megathrust, BMKG Perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami di Selat Sunda dan Mentawai

📅 Sabtu, 27 Sep 2025, 17:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Megathrust, BMKG Perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami di Selat Sunda dan Mentawai Doc: Antara Foto
Ket. Sejumlah kapal nelayan di perairan Kota Padang, Sumatera Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang sejumlah sistem monitoring lindu dan peringatan dini tsunami di Selat Sunda dan Mentawai untuk mengantisipasi dampak patahan zona megathrust.

"BMKG memasang sejumlah peralatan di Selat Sunda dan Mentawai dalam rangka mengantisipasi megathrust," kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya Penanggungjawab Data Gempa Bumi dan Tsunami, Direktorat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Pepen Supendi di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu.

Hal tersebut disampaikan Pepen Supendi pada workshop kebencanaan bertajuk Megathrust Disaster Risk Assessment in Indonesia, atau asesmen pengurangan risiko bencana megathrust di Indonesia yang diselenggarakan Universitas Andalas.

Di Selat Sunda, BMKG telah memasang 17 sensor gempa untuk kecepatan informasi gempa. Kemudian, 22 sensor muka laut yang berfungsi sebagai konfirmasi kejadian tsunami, dua unit automatic weather system dan dua radar maritim.

Selanjutnya, 15 alat penerima peringatan dini tsunami generasi terkini (WRS) hingga sembilan kali kegiatan edukasi mitigasi tsunami sekolah lapang gempa dan tsunami.

Sementara, untuk mengantisipasi potensi zona megathrust Mentawai Siberut, BMKG memasang beberapa alat di Provinsi Sumatera Barat, yakni 33 sensor gempa untuk kecepatan informasi gempa, enam sensor muka laut dan lima sirene tsunami untuk perintah evakuasi.

Selain itu, BMKG juga memasang 22 alat penerima peringatan dini tsunami generasi terkini, serta melakukan enam kali edukasi mitigasi tsunami dalam sekolah lapang gempa dan tsunami.

Dalam paparannya, Pepen mengulas sejumlah kejadian gempa besar dan tsunami yang pernah terjadi di Ranah Minang.

Pertama, tsunami Sumbar pada 10 Februari 1797, tsunami Sumatera 24 November 1833, tsunami Air Bangis 1861, tsunami Inderapura 1861, tsunami Air Bangis 1885, tsunami Simeulue 1907, dan tsunami Mentawai pada 2010.

Dari seluruh rangkaian kejadian lindu dan tsunami tersebut, setidaknya tercatat 2.200 orang meninggal dunia. Khusus tsunami yang terjadi di Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat pada 1861, sebanyak 700 orang dilaporkan meninggal dunia.

Pakar ingatkan dua zona megathrust paling berbahaya di Indonesia

Pakar Teknik Sipil, Struktur Tahan Gempa dari Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat Prof Fauzan mengingatkan keberadaan dua zona megathrust paling berbahaya di Indonesia yang mesti diwaspadai.

"Dari 12 segmen megathrust yang ada di Indonesia, terdapat dua zona megathrust yang memiliki potensi risiko tertinggi," kata Pakar Teknik Sipil, Struktur Tahan Gempa dari Fakultas Teknik Unand Prof Fauzan di Padang, Sumatera Barat, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan Prof Fauzan pada workshop kebencanaan bertajuk "Megatrust Disaster Risk Assessment in Indonesia" atau asesmen pengurangan risiko bencana megathrust di Indonesia yang diselenggarakan di Unand.

Chairman of The 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) 2025 tersebut menyebutkan kedua zona itu yakni Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai Siberut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.