Pemkab Bekasi Salurkan 245.000 Liter Air Bersih ke 11 Titik Wilayah Kekeringan
📅 Selasa, 07 Jul 2026, 02:16 WIB | Oleh: OpikKABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, telah menyalurkan bantuan 245.000 liter air bersih kepada warga di sejumlah wilayah terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
"Hingga saat ini kami telah menyalurkan air bersih sebanyak 220.000 liter yang diperkuat bantuan dari PMI sebanyak 25.000 liter sehingga total yang terdistribusi kepada warga mencapai 245.000 liter air bersih," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi di Cikarang, Senin (6/7).
Ia mengatakan bantuan disalurkan sejak 9 Juni 2026 kepada warga terdampak kekeringan di 11 titik yang tersebar di dua wilayah kecamatan meliputi empat titik Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru serta tujuh titik di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.
Di wilayah itu, sumber-sumber air telah mengering dipicu musim kemarau serta belum tersedianya sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan warga, termasuk jaringan perpipaan milik Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi yang belum dimiliki seluruh rumah maupun permukiman warga.
Pihaknya terus mendistribusikan bantuan menggunakan mobil tangki guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Penyaluran dilakukan hampir setiap hari dengan volume menyesuaikan kebutuhan di lapangan, berkisar 5.000 hingga 10.000 liter per hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami juga berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran. Termasuk dengan Tirta Bhagasasi, kami menyiagakan armada sementara bahan baku air dari jaringan atau kantor cabang terdekat dengan lokasi krisis," katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar tidak ragu melaporkan kondisi tersebut melalui pemerintah desa maupun kecamatan setempat. Laporan tersebut akan diteruskan kepada BPBD untuk ditindaklanjuti.
"Kami sarankan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih segera melapor melalui desa atau kecamatan setempat agar dapat diteruskan kepada kami," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terpisah, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Masyarakat di daerah rawan kekeringan diminta menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kesulitan memperoleh air bersih kepada pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti.
Selain itu, warga di wilayah rawan banjir tetap diimbau waspada terhadap potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat memicu genangan maupun luapan sungai.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi cuaca resmi dari BMKG serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan BPBD guna meminimalkan risiko bencana. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!