Australia Pertahankan Gelar Estafet Campuran Balap Sepeda dalam Kejuaraan Dunia
📅 Jumat, 26 Sep 2025, 02:35 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ist
KIGALI, RWANDA – Tim Australia kembali mengukir prestasi di Kejuaraan Dunia Balap Sepeda di Kigali, Rwanda, Kamis (25/9). Negeri Kanguru meraih emas di nomor estafet campuran setelah mengalahkan Prancis dan Swiss dalam finis menegangkan.
Skuad putra yang diperkuat Luke Plapp, Michael Matthews, dan Jay Vine bersorak di garis finis ketika tiga rekannya dari sektor putri, Felicity Wilson-Haffenden, Brodie Chapman, dan Amanda Spratt, menaklukkan tanjakan terakhir untuk memastikan kemenangan. Australia datang dengan persiapan minim di lintasan sepanjang 42,4 kilometer. Namun tetap mampu mempertahankan gelar yang mereka raih musim lalu. Mereka finis lima detik lebih cepat dari Prancis dan sepuluh detik di depan Swiss.
“Tidak sering kami bisa tampil bersama sebagai tim nasional penuh. Kami baru tiba beberapa hari lalu, bahkan baru menjajal lintasan. Tapi kali ini semuanya berjalan sempurna,” ujar Matthews, bintang tim putra yang lebih banyak membalap bersama tim profesional Jayco. Matthews, yang akrab dijuluki Bling karena gaya khasnya dengan anting berlian, menyebut kemenangan ini terasa istimewa.
Tim putra Australia sempat unggul sekitar 40 detik dari Prancis dalam putaran mereka. Namun, di lintasan berat dengan kelembaban tinggi dan berada di ketinggian, para pembalap putri harus menguras tenaga habis-habisan. Para pembalap putri Australia bahkan harus dituntun turun dari sepeda karena kelelahan setelah mengayuh dengan kecepatan penuh di sisa lomba.
Adu detik di akhir lomba membuat ketegangan memuncak, sebelum akhirnya Australia memastikan tetap berada di depan Prancis. “Saya tahu akan terasa seperti neraka. Brodie tampil kuat dan saya bertahan di belakangnya. Saya bisa mendengar teriakan mereka, ‘sprint, sprint, sprint’, sampai garis finis,” ungkap Spratt.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prancis menurunkan talenta muda Paul Seixas yang tampil tepat di hari ulang tahunnya ke-19. Banyak yang memprediksi remaja ini akan menjadi juara Tour de France di masa depan. “Ini pertanda baik untuk perjalanan saya. Sekarang saya harus bersiap menghadapi balapan Minggu nanti,” ujar Seixas, menyinggung lomba 265 km dengan 33 tanjakan.
Swiss juga tampil menjanjikan lewat Marlen Reusser, peraih emas time-trial putri pada hari Minggu lalu. Meski sempat mengalami kendala mekanis yang merugikan, Reusser berhasil memimpin timnya merebut perunggu. Nomor estafet campuran sendiri baru diperkenalkan pada Kejuaraan Dunia 2019 di Yorkshire. Formatnya tiga pembalap putra mengakhiri putaran lebih dulu sebelum tongkat estafet diteruskan ke tiga pembalap putri.
“Setiap tahun nomor ini semakin besar, dengan semakin banyak penonton yang mengikuti. Semoga bisa terus berlanjut,” ujar Juliette Labous, wakil Prancis yang merebut perak. Tahun ini, sebanyak 16 negara ambil bagian, termasuk lima dari Afrika: Benin, Ethiopia, Mauritius, Rwanda, dan Uganda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!