Prancis vs Inggris: Perebutan Posisi Ketiga, Laga Pembuktian Deschamps dan Tuchel
📅 Jumat, 17 Jul 2026, 08:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNEW YORK - Prancis dan Inggris akan saling berhadapan dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia FIFA 2026, Minggu (20/7) dini hari WIB. Meski kerap dianggap sebagai pertandingan yang "tidak ingin dimainkan" oleh tim mana pun, duel ini tetap menawarkan gengsi besar bagi dua raksasa Eropa yang sama-sama gagal mencapai final.
Bagi Les Bleus, pertandingan ini akan menjadi laga terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih tim nasional Prancis. Sementara bagi Inggris, Thomas Tuchel berusaha mengakhiri turnamen dengan catatan positif setelah kembali gagal membawa The Three Lions menembus partai puncak.
Perjalanan Prancis menuju final terhenti setelah kalah 0-2 dari Spanyol di semifinal. Tim asuhan Luis de la Fuente tampil lebih efektif melalui gol penalti Mikel Oyarzabal dan sepakan Pedro Porro.
Prancis tampil jauh dari performa terbaiknya. Lini serang yang dipimpin Kylian Mbappe kesulitan menembus pertahanan Spanyol dan hanya mampu mencatatkan peluang dengan nilai expected goals (xG) sebesar 0,31, memperlihatkan betapa minimnya ancaman yang mereka ciptakan.
Deschamps bahkan mendapat kritik tajam atas pendekatan taktiknya. Sang pelatih sebelumnya memang menyebut Spanyol sebagai favorit juara, namun strategi yang diterapkannya justru dinilai terlalu pasif. Mbappe pun secara terbuka mempertanyakan pendekatan tersebut seusai pertandingan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski gagal mengantar Prancis ke final, Deschamps tetap meninggalkan warisan besar. Ia menjadi pelatih dengan jumlah pertandingan Piala Dunia terbanyak dalam sejarah Prancis dan berpeluang menutup kariernya dengan menghadirkan medali perunggu.
Jika berhasil mengalahkan Inggris, Prancis akan meraih medali perunggu Piala Dunia ketiga kali setelah edisi 1958 dan 1986.
Di kubu Inggris, kritik deras juga mengarah kepada Thomas Tuchel setelah kekalahan 1-2 dari juara bertahan Argentina.
Sebaiknya Anda baca juga:
The Three Lions sebenarnya membuka keunggulan lebih dulu melalui Anthony Gordon. Namun Argentina bangkit berkat dua assist Lionel Messi yang menghasilkan gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.
Kekalahan tersebut kembali memperpanjang kegagalan Inggris saat menghadapi tim-tim elite dunia. Mereka kini selalu kalah dalam tujuh pertandingan fase gugur Piala Dunia melawan negara yang berada di 10 besar ranking FIFA.
Lebih menyakitkan lagi, Inggris kembali mengulangi kisah Piala Dunia 2018. Saat itu mereka juga sempat unggul di semifinal sebelum akhirnya tersingkir oleh Kroasia.
Meski demikian, kemenangan atas Prancis tetap akan memberi Inggris pencapaian terbaik kedua sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia setelah gelar juara 1966.
Statistik juga tidak berpihak kepada Inggris. Dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Prancis, The Three Lions hanya mampu meraih satu kemenangan.
Kenangan paling pahit terjadi pada perempat final Piala Dunia 2022 ketika tim asuhan Deschamps menyingkirkan Inggris dengan kemenangan 2-1.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!