Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump: Ukraina Bisa Kuasai Kembali Wilayah yang Direbut Russia

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump: Ukraina Bisa Kuasai Kembali Wilayah yang Direbut Russia Doc: AFP/Brendan SMIALOWSKI
Ket. Presiden AS, Donald Trump (kanan), saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di sela-sela Sidang Umum PBB di Kota New York, Selasa (23/9). Usai pertemuan itu, Presiden Trump menyatakan bahwa Ukraina dapat merebut kembali semua wilayah yang telah diambil alih Russia sejak invasinya.

NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Selasa (23/9) lalu telah mengubah retorikanya tentang perang di Ukraina dengan mengatakan ia yakin Ukraina dapat merebut kembali semua wilayah yang telah diambil alih Russia sejak invasinya, meskipun ia tidak memberikan indikasi bagaimana hal itu akan mempengaruhi kebijakan AS.

Trump menyampaikan komentarnya dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya segera setelah bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sebelumnya ia mengatakan bahwa Kyiv dan Moskwa harus menyerahkan tanah mereka untuk mengakhiri perang.

“Saya pikir Ukraina, dengan dukungan Uni Eropa, berada dalam posisi untuk berjuang dan MEMENANGKAN kembali seluruh Ukraina ke dalam bentuk aslinya. Dengan waktu, kesabaran, dan dukungan finansial dari Eropa, khususnya NATO, pulihnya perbatasan asli tempat dimulainya perang ini, sangatlah memungkinkan," ujar Trump dalam postingannya.

Presiden Zelenskyy sebelumnya telah mendesak Trump untuk menunjukkan lebih banyak dukungan bagi upaya perang Kyiv, termasuk dengan menjatuhkan sanksi baru yang lebih keras terhadap Russia.

Namun banyak warga Ukraina terkejut ketika Trump memberikan sambutan karpet merah kepada Presiden Russia, Vladimir Putin, pada pertemuan puncak pertengahan Agustus di Alaska, dan percaya bahwa Moskwa tidak akan menghentikan perangnya kecuali menghadapi tekanan eksternal yang besar.

Dalam postingannya, Trump mengkritik Russia, dengan mengatakan Russia telah bertempur tanpa tujuan dalam perang yang seharusnya dapat dimenangkan oleh kekuatan militer sesungguhnya dalam waktu kurang dari sepekan.

Trump memang belum mengenakan sanksi yang lebih keras dan malah mengindikasikan bahwa Kyiv harus terlebih dahulu menyerahkan Crimea dan sebagian Ukraina timur kepada Russia untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun.

Namun, dalam unggahannya pada Selasa, Trump mengisyaratkan tindakan yang lebih tegas. "Putin dan Russia berada dalam masalah ekonomi BESAR, dan inilah saatnya bagi Ukraina untuk bertindak," demikian bunyi unggahan tersebut.

Satu-satunya komitmen tegas dari Trump dalam postingannya adalah pihak AS untuk terus memasok senjata ke NATO agar NATO dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan dengan senjata itu, yang tampaknya merujuk pada mekanisme baru yang memungkinkan Eropa membeli senjata AS untuk Ukraina.

Reaksi Kremlin

Menyikapi pernyataan Trump, Kremlin pada Rabu (24/9) mengatakan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan serangan militernya di Ukraina dan menolak klaim Presiden Trump bahwa tentara Kyiv dapat menguasai kembali wilayah yang telah direbutnya.

"Gagasan bahwa Ukraina dapat merebut kembali sesuatu, dari sudut pandang kami, keliru," ucap kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

 "Kami akan melanjutkan operasi militer khusus kami untuk memastikan kepentingan dan tujuan kami tercapai seperti yang telah ditetapkan oleh Putin. Kami melakukan ini untuk masa kini dan masa depan negara kami. Untuk banyak generasi mendatang. Karena itu, kami tidak punya pilihan lain," tegas dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.