Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau Panjang Ancam Kalimantaran Timur, BMKG Peringatkan Warga

📅 Senin, 10 Agu 2026, 12:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemarau Panjang Ancam Kalimantaran Timur, BMKG Peringatkan Warga Doc: ANTARA 
Ket. Ilustrasi: Petani melihat tanaman padi diarea sawah tadah hujan yang mengering.

SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda memperingatkan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) untuk bersiap menghadapi ancaman cuaca ekstrem akibat kolaborasi fenomena El Nino kuat dan IOD positif yang berpotensi memicu kemarau panjang hingga awal 2027.

Prakirawan BMKG Samarinda, Fatuh Hidayatullah, di Samarinda, Senin (10/8), menjelaskan El Nino merupakan anomali peningkatan suhu rata-rata permukaan air laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur yang melampaui batas normal.

“El Nino ini telah berada pada kondisi aktif dan pada intensitas kuat dengan Indeks Nino 3,4 yang sudah mencapai angka 1,56 dimana batas threshold untuk kategori kuat adalah 1,5," kata Fatuh.

Menurutnya, BMKG memprediksi kondisi El Nino kuat tersebut dapat bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama 2027. Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko kemarau yang lebih panjang dan kering.

Ancaman tersebut juga diperkuat dengan potensi munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Fenomena ini merupakan kondisi anomali suhu permukaan laut di Samudera Hindia yang dapat mempengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia.

“Untuk saat ini IOD masih berada pada fase netral. Namun diprediksi berubah menjadi IOD positif pada periode September hingga Desember,” jelasnya.

Apabila El Nino dan IOD positif terjadi secara bersamaan, lanjutnya, dapat menciptakan skenario kemarau yang lebih panjang dan lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia.

Untuk Kaltim, kata dia, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Kondisi ini juga terlihat dari hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH), yang menunjukkan sejumlah kabupaten/kota di Kaltim telah memasuki kategori HTH menengah, khususnya beberapa wilayah di bagian selatan.

Kondisi kemarau turut diperkuat oleh masuknya massa udara kering dari arah timur yang membawa udara relatif panas dan melintasi wilayah Kalimantan. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kemarau tahun ini harus diwaspadai lebih lanjut.

Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir sejumlah wilayah Kaltim masih mengalami hujan. Menurut Fatuh, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa ancaman kemarau telah berakhir.

Ia menjelaskan hujan yang terjadi bersifat sementara akibat dinamika atmosfer, termasuk aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin yang membawa tambahan uap air secara temporer.

Karena itu masyarakat diimbau tidak terlena dengan hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan yang turun justru perlu dimanfaatkan secara maksimal, terutama untuk memenuhi kebutuhan air dan mengantisipasi kondisi kering yang berpotensi berlanjut.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau, termasuk potensi kekeringan dan kondisi lingkungan yang semakin kering.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Meriahnya Pembukaan Asian P...
Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.