Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Uganda Museveni Menang Pilpres Ketujuh Kalinya

📅 Minggu, 18 Jan 2026, 10:34 WIB | Oleh:
Presiden Uganda Museveni Menang Pilpres Ketujuh Kalinya Doc: AFP
Ket. Presiden Uganda Yoweri Museveni yang sudah berkuasa sejak 1986

KAMPALA - Presiden Uganda Yoweri Museveni memenangkan masa jabatan ketujuh pada hari Sabtu (17/1) setelah pemilihan umum yang diwarnai kekerasan dan pemadaman internet. 

Museveni, 81 tahun, memenangkan 71,65 persen suara dalam pemilihan hari Kamis (15/1), kata Komisi Pemilihan Umum, di tengah laporan 10 kematian dan intimidasi terhadap oposisi dan masyarakat sipil.

Kemenangannya memungkinkan mantan pejuang gerilya itu memperpanjang kekuasaannya selama 40 tahun di negara Afrika Timur tersebut.

Ia mengalahkan Bobi Wine, 43 tahun, mantan penyanyi yang menyebut dirinya "presiden ghetto".

Wine, yang nama aslinya adalah Robert Kyagulanyi, memenangkan 24,72 persen suara. Ia menyatakan "menolak sepenuhnya terhadap hasil palsu" dan bersembunyi setelah rumahnya digerebek oleh pasukan keamanan.

"Saya tahu para penjahat ini mencari saya di mana-mana dan saya berusaha sebaik mungkin untuk tetap aman," tulisnya di X.

Polisi membantah telah terjadi penggerebekan dan mengatakan Wine masih berada di rumah, meskipun mereka mengatakan ada penempatan personel di sekitar kediamannya.

"Kami tidak serta merta melarang orang-orang mengaksesnya, tetapi kami tidak dapat mentolerir kejadian di mana orang menggunakan kediamannya untuk berkumpul dan... menghasut kekerasan," kata juru bicara kepolisian Kituuma Rusoke kepada wartawan.

Para jurnalis AFP melihat adanya pengerahan pasukan keamanan besar-besaran di sekitar ibu kota Kampala, karena Uganda berupaya mencegah protes serupa yang telah melanda negara tetangga Kenya dan Tanzania dalam beberapa bulan terakhir.

Banyak warga Uganda masih memuji Museveni sebagai orang yang mengakhiri kekacauan pasca-kemerdekaan negara itu dan mengawasi pertumbuhan ekonomi yang pesat, meskipun banyak yang hilang akibat serangkaian skandal korupsi besar-besaran yang tiada henti.

"Saya sangat senang melihat dia menang," kata Isaac Kamba, seorang guru berusia 37 tahun di sebuah demonstrasi pro-pemerintah di lapangan kriket Kampala. 

"Kemenangan ini diraih berkat kerja keras, dedikasi, dan komitmennya kepada rakyat Uganda," katanya, meskipun suasana di rapat umum tersebut kurang meriah, dengan seorang pembawa acara pada satu titik memerintahkan kerumunan untuk lebih bersemangat jika mereka menginginkan makanan gratis.

Seorang juru bicara partai Wine, Platform Persatuan Nasional, mengatakan kepada AFP bahwa hasil tersebut adalah "sebuah tipuan".

Wine menuduh adanya "kecurangan penghitungan suara besar-besaran" dan serangan terhadap para pejabatnya di bawah kedok pemadaman internet yang telah berlangsung sejak Selasa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.