Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

40 Ribu Jakpreneur di Jakbar Sudah Bertransformasi Secara Digital

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 05:28 WIB | Oleh:
40 Ribu Jakpreneur di Jakbar Sudah Bertransformasi Secara Digital Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (24/4).

JAKARTA -- Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menyatakan bahwa sebanyak 40.712 atau 95,31 persen anggota Jakpreneur di Jakarta Barat sudah bertransformasi secara digital.

"Dari 42.716 pelaku usaha aktif, sebanyak 95,31 persen telah berhasil bertransformasi secara digital (go digital)," kata Iin dalam Seminar Nasional Komunikasi 2026 dengan tema "Sinergi AI dan Public Relations: Menuju Komunikasi yang Adaptif dan Terukur" di Kampus UPN Jakarta, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis.

Menurut Iin, ekosistem Jakpreneur di wilayahnya itu merupakan basis yang kuat untuk mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam menjalankan bisnis.

Dalam upaya memperkuat ketahanan ekonomi akar rumput, adaptasi teknologi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini mulai diarahkan pada pemanfaatan AI.

“AI dapat menjadi katalis transformasi industri kreatif melalui otomatisasi pekerjaan, analisis data yang lebih akurat, serta personalisasi layanan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan,” kata Iin.

Ia menjelaskan, pemanfaatan AI dapat diterapkan dalam pemasaran melalui chatbot berbasis Natural Language Processing (NLP), maupun dalam pengelolaan usaha melalui predictive analytics untuk membantu manajemen stok dan efisiensi biaya operasional.

Kendati demikian, Iin mengingatkan masih terdapat tantangan berupa kesenjangan literasi digital dan keamanan data.

"Karena itu, diperlukan dukungan kebijakan berupa insentif bagi UMKM yang adaptif terhadap teknologi serta pengembangan platform AI lokal yang terjangkau dan inklusif. AI harus tetap berada dalam kendali manusia agar penggunaannya memberikan manfaat yang optimal dan bertanggung jawab," ujarnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan komunitas UMKM, tambah dia, diharapkan mampu merealisasikan Visi Jakarta 2035 sebagai kota yang maju, hijau, dan inklusif dengan ekosistem UMKM yang tangguh terhadap krisis dan berdaya saing global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Babak Pertama Skuad Garuda Harus Mencetak Gol

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Babak Pertama Skuad Garuda ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.