Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bulog Yogyakarta Terus Serap Gabah Petani Selama Musim Panen Gadu

📅 Rabu, 24 Sep 2025, 12:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bulog Yogyakarta Terus Serap Gabah Petani Selama Musim Panen Gadu Doc: ANTARA 
Ket. Perum Bulog Yogyakarta melakukan penyerapan GKP di Umbulmartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (24/9/2025).

SLEMAN – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus menyerap Gabah Kering Panen (GKP) dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

"Penyerapan ini akan terus digencarkan selama periode musim panen gadu atau musim panen dari tanam padi kedua di musim kemarau yang berlangsung dari September hingga Desember 2025," kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Ninik Setyowati, di Yogyakarta, Rabu (24/9).

Menurut dia, langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui surat nomor 257/TS.03.03/K/9/2025, yang menugaskan Bulog sebagai "off-taker" untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

"Seluruh jajaran dan infrastruktur gudang Bulog khususnya di wilayah DIY telah disiagakan untuk melayani para petani yang ingi menjual gabahnya," katanya.

Ia mengatakan sebagaimana penugasan dari Bapanas, Bulog siap menyerap GKP hasil panen petani di seluruh wilayah kerja Kanwil Yogyakarta.

"Harga Rp6.500 per kg ini kami harapkan dapat memberikan kepastian harga kepada petani sehingga jika ada harga di bawah Rp6.500 atau Rp6.500 (di bawah atau sama dengan HPP), silakan menghubungi Bulog dan kami siap menyerap gabah petani," katanya.

Ninik mengatakan GKP ini akan diolah menjadi beras hasil giling yang digunakan sebagai Cadangan Beras
Pemerintah (CBP) yang nantinya akan disalurkan kembali ke masyarakat.

"Untuk itu diharapkan gabah yang akan diserap Bulog adalah gabah yang memang sudah waktunya panen dengan kualitas baik," katanya.

Ia menambahkan kebijakan ini adalah bentuk kehadiran negara untuk melindungi petani dari fluktuasi harga yang sering terjadi saat masa panen.

"Dengan adanya harga pembelian yang telah ditetapkan, petani memiliki jaminan bahwa hasil jerih payah mereka akan dihargai dengan baik," katanya.

Bulog Kanwil Yogyakarta mengajak para petani maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk tidak ragu menjual hasil panennya ke Bulog.

"Penyerapan gabah/beras dalam negeri ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kesejahteraan petani, tetapi juga untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional yang cukup, terutama dalam menghadapi potensi tantangan iklim dan dinamika ekonomi global," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.