Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Batik Complongan Masih Hidup di Tangan Toharoh, Perempuan yang Menolak Uzur

📅 Senin, 22 Sep 2025, 11:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Batik Complongan Masih Hidup di Tangan Toharoh, Perempuan yang Menolak Uzur Doc: Antara Foto
Ket. Perajin berusia lanjut saat mengerjakan proses membatik pada salah satu workshop batik di Indramayu, Jawa Bara

Keriput di wajah Toharoh seakan menjadi prasasti yang dipahat oleh waktu. Namun, di balik guratan renta itu, ia menolak uzur dan jemarinya pun masih bisa digerakkan dengan sangat lentur.

Tangannya begitu cekatan kala menorehkan canting, mengikuti pola yang terhampar di atas sehelai kain mori berwarna putih. Meski sepuh dan pandangannya mulai kabur, sorot matanya tetap fokus. Lengan kanannya terus menggoreskan ujung canting tersebut.

Perempuan berusia delapan dasawarsa itu masih setia berkutat dengan pekerjaannya sebagai pembatik.

“Saya besar dari keluarga pembatik,” ucapnya dengan suara parau saat ditemui ANTARA di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Indramayu, Jawa Barat, pada akhir Agustus 2025.

Ia telah menekuni batik sejak umur 12 tahun dengan belajar langsung dari keluarganya. Pada usia senjanya, ilmu yang diwariskan tersebut masih menempel erat dalam kesehariannya.

Toharoh kini diberdayakan untuk menggarap batik pada salah satu workshop di Desa Terusan.

Selepas mengikuti pengajian di mushola kampung, biasanya Toharoh bergegas ke lokasi supaya bisa langsung bekerja.

Ia butuh waktu tiga hingga empat hari untuk menuntaskan sehelai batik tulis khas dari desanya. Tak ada yang tergesa karena semua dilakukan dengan penuh ketekunan.

Hanya segelintir orang di desanya yang masih menguasai teknik membatik. Toharoh menjadi salah satunya, bersama beberapa perajin lain yang rata-rata telah berusia lanjut.

Baginya aktivitas ini adalah laku hidup, penawar rindu, sekaligus merawat jejak warisan dari para leluhur.

Selain Toharoh, ada pula Ratinah. Perempuan paruh baya yang sehari-hari terlibat menggarap batik di workshop tersebut.

Tiga orang anak Ratinah sudah beranjak dewasa, tetapi tak satu pun melanjutkan tradisi yang ia jalani. Padahal, perempuan ini mewarisi keahlian langsung dari neneknya.

“Nenek saya dulu membatik, sekarang dilanjutkan lagi oleh saya,” ujarnya.

Saban hari ia mengerjakan bagian complongan, yakni teknik melubangi kain dengan jarum-jarum mungil hingga membentuk corak berupa titik-titik rumit yang begitu distingtif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Kejutan Formasi 5-4-1 Timnas Indonesia, Luke Vickery Siap Menggebrak SUGBK di FIFA ASEAN Cup 2026

Kejutan Formasi 5-4-1 Timnas Indonesia, Luke Vickery Siap Menggebrak SUGBK di FIFA ASEAN Cup 2026

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.