Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Batik Complongan Masih Hidup di Tangan Toharoh, Perempuan yang Menolak Uzur

📅 Senin, 22 Sep 2025, 11:47 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kala itu sebagian besar perajin complongan tinggal di wilayah pesisir Indramayu, termasuk Kecamatan Sindang. Rata-rata adalah perempuan yang mengisi waktu luang ketika suaminya melaut.

Dari teras rumah mereka duduk berjam-jam, menorehkan lilin, menusuk kain, lalu mencelupkan ke pewarna. Proses panjang itu lantas melahirkan beragam karya batik.

Artinya, kata Indra, complongan bukan inovasi baru, melainkan hasil kreativitas masyarakat Indramayu yang diwariskan lintas generasi.

Pesisir dalam selembar kain

Indramayu dikenal sebagai daerah pesisir karena lokasinya dekat dengan laut. Kekayaan bahari itu kemudian hadir dalam ragam motif batik dermayon, sebutan lain bagi batik dari daerah ini.

Bentuk udang, cumi-cumi, kapal, hingga tumbuhan laut menjadi ornamen yang kerap menghiasi kain batik. Semua lahir dari keintiman masyarakat Indramayu dengan alam sekitarnya.

Namun pengaruhnya tidak berhenti di situ. Lintas perdagangan masa lalu membawa warna budaya Tiongkok ke pesisir, sehingga motif khas dari Negeri Tirai Bambu turut melekat dalam estetika batik Indramayu.

Motif batik Indramayu berjumlah ratusan. Beberapa di antaranya sudah mendapat hak cipta, seperti motif iwak etong yang terkenal hingga Jepang.

Ada pula sawat riwog, motif asli Indramayu yang kini tengah naik daun karena kerumitannya. Unsurnya menggambarkan ubur-ubur hingga lintah laut bercakar.

Indra menegaskan, tugas besar ke depan adalah mematenkan kembali motif-motif lama yang hampir punah. Dari sekitar 200 motif, baru 50 yang memiliki hak cipta.

Dari beragam corak itu, batik tulis complongan memiliki tempat istimewa. Sebab, keunikan ini hanya ada di Indramayu, tidak ditemukan di daerah lain.

Bangkit

Perjalanan batik tulis complongan tidak selalu mulus. Meski sudah ada sejak zaman penjajahan, geliatnya redup beberapa dekade.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.