Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Batik Complongan Masih Hidup di Tangan Toharoh, Perempuan yang Menolak Uzur

📅 Senin, 22 Sep 2025, 11:47 WIB | Oleh: Tim Penulis

Semua bahan itu diolah secara tradisional yaitu direbus, direndam, lalu dipakai untuk pencelupan.

Proses pewarnaan membutuhkan waktu lama. Satu kain bisa dicelup enam kali agar warnanya meresap sempurna. Penggunaan fiksasi seperti tunjung dan tawas sangat diperlukan, untuk mencipta tampilan yang memesona.

“Prosesnya minim limbah, karena bahan pewarna tadi bisa habis digunakan beberapa kali,” tuturnya.

Dengan pewarna alam, kata dia, batik yang diproduksi memiliki nilai tambah di mata pembeli.

Ketika UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya tak benda, permintaan batik pewarna alam melonjak. Apalagi penggunaan bahan ini lebih ramah lingkungan.

Memberdayakan

Dalam kondisi ramai pesanan, produksi batik complongan bisa mencapai 60 helai kain. Prosesnya melibatkan sekitar 70 perajin yang bermitra dengan Indra, termasuk empat penyomplong khusus.

Adapun upah untuk satu kain complongan bisa mencapai Rp300 ribu, belum termasuk pewarnaan.

Dari omzet, Indra menyebut bisa mencapai lebih dari Rp100 juta. Namun dalam sebulan, penjualan rata-rata berada di kisaran Rp50 juta hingga Rp70 juta.

Harga batik bervariasi. Untuk batik tulis pewarna alam, nilainya bisa menembus Rp1,5 juta hingga Rp5 juta per helai.

Pasarnya tidak hanya di Indramayu, tapi merambah ke Jakarta hingga luar negeri. Bahkan beberapa orang dari Jepang dan negara lain menaruh minat tinggi terhadap batik complongan. Kebanyakan dari mereka kepincut terhadap kerumitan serta kecantikan motif.

Meski pasar berkembang, regenerasi perajin menjadi persoalan serius. Dari 70 sampai 100 pembatik di Indramayu sebagian besar berusia di atas 50 tahun.

Ia menuturkan anak-anak muda jarang yang mau belajar, karena membatik membutuhkan ketekunan dan waktu panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.