Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Batik Complongan Masih Hidup di Tangan Toharoh, Perempuan yang Menolak Uzur

📅 Senin, 22 Sep 2025, 11:47 WIB | Oleh: Tim Penulis

Menurutnya membatik tidak bisa dipelajari dalam sehari. Jika mencoba tanpa bimbingan ekstra, mereka biasanya cepat menyerah.

Padahal, banyak kisah sukses lahir dari membatik. Ada perajin yang mampu berangkat haji, menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi, bahkan membeli kendaraan dari pekerjaan ini.

“Kalau ditekuni dan menemukan pasarnya, pasti batik ini sangat menjanjikan,” katanya.

Kendati begitu, dirinya tetap percaya eksistensi teknik complongan tidak akan tergerus oleh kemajuan zaman.

Dari yang semula hanya satu penyomplong, kini sudah ada sepuluh orang yang menekuni teknik ini.

Ia berkomitmen untuk merangkul para pembatik di desanya, sekaligus memberdayakan mereka supaya complongan bisa bertahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Semarak HUT Ke-80 Bhayangkara

18 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Semarak HUT Ke-80 Bhayangkara
Daerah
Warga Palangka Raya Hadapi ...
Megapolitan
Jakarta Dorong Perluasan Ru...
Ekonomi
Panen Mendong Dukung Indust...

Nelayan Muncar Gelar Tradisi Petik Laut

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Nelayan Muncar Gelar Tradis...
Menteri UMKM: Ojol Resmi Jadi UMKM

Menteri UMKM: Ojol Resmi Jadi UMKM

01 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.