Bantul Dorong Literasi Inflasi dan Edukasi Rupiah ke Sekolah
📅 Kamis, 18 Sep 2025, 14:55 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. Pemkab Bantul
BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bantul dan DIY berkolaborasi dengan Bank Indonesia meluncurkan program MRANTASI Goes to School. Program ini bertujuan meningkatkan literasi inflasi serta edukasi rupiah di kalangan pelajar, sehingga mereka dapat berperan sebagai agen pengetahuan bagi keluarga maupun masyarakat.
MRANTASI merupakan singkatan dari Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi. Selama ini, diskusi mengenai inflasi cenderung terbatas di kalangan instansi, akademisi, maupun praktisi. Padahal, pemahaman tentang inflasi dinilai penting untuk menjangkau masyarakat luas, termasuk generasi muda.
“Selama ini pembahasan mengenai inflasi cenderung terbatas di ranah akademisi dan praktisi. Padahal, pemahaman tentang inflasi penting bagi semua kalangan, termasuk siswa sekolah. Melalui program MRANTASI, kami ingin menanamkan pengetahuan sejak dini agar mereka bisa memahami dampak inflasi terhadap perekonomian sekaligus strategi pengendaliannya,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bantul, Ir. Fenty Yusdayati, M.T.
Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai inflasi dan peran strategis rupiah. “Manfaatkan acara ini sebaik-baiknya. Ikuti setiap sesi dengan semangat, aktif bertanya, dan jangan ragu berbagi ide maupun inovasi. Jadikan momen ini sebagai kesempatan emas untuk belajar dan berkembang,” katanya.
Materi mengenai inflasi dipaparkan oleh Jodi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Ia menjelaskan inflasi sebagai kenaikan harga barang secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu, berbeda dengan kenaikan harga satu atau dua komoditas saja kecuali jika berdampak pada barang lain. Menurutnya, inflasi dipicu tiga faktor utama, yakni kenaikan biaya produksi (cost push inflation), tingginya permintaan (demand pull inflation), serta ekspektasi inflasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Inflasi DIY pada Juli 2025 tercatat sebesar 2,60 persen (year on year). Berdasarkan pola historis, IHK DIY cenderung mengalami inflasi pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan Natal-Tahun Baru. Karena itu, menjaga pasokan pangan atau *Ketersediaan Akses dan Distribusi (KAD)* sangat penting di tengah tantangan ketidakpastian iklim,” jelasnya.
Selain literasi inflasi, siswa juga mendapatkan materi edukasi "Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah" yang dibawakan oleh Anang dan Dimas. Pada aspek Cinta Rupiah, siswa diajak mengenali keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawat rupiah dengan prinsip 5J (Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distepler, Jangan dibasahi).
Pada aspek Bangga Rupiah, disampaikan bahwa rupiah adalah simbol kedaulatan bangsa yang lahir seiring berdirinya Indonesia. Rupiah menjadi bukti perjuangan dalam menjaga keutuhan NKRI. Masih ditemukannya penggunaan mata uang asing di wilayah perbatasan, seperti kasus Pulau Sipadan dan Ligitan, menjadi pengingat bahwa rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran sah di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara pada aspek Paham Rupiah, siswa diajak berbelanja secara bijak, mengutamakan produk dalam negeri, serta menggunakan instrumen pembayaran sah seperti uang kartal, uang elektronik, kartu ATM, dan QRIS. Dengan berbelanja sesuai kebutuhan, inflasi dapat dikendalikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Cinta rupiah sama dengan mencintai Indonesia, bangga rupiah berarti menjaga kedaulatan bangsa, dan paham rupiah adalah wujud kontribusi bersama untuk stabilitas serta kesejahteraan negara,” tegas narasumber.
Gubernur Bank Indonesia berpesan agar para pelajar menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada orang tua, saudara, maupun teman sebaya. Edukasi ini diharapkan menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!